Penelitian WHO Sebut Terlalu Lama Menggunakan Headset Bisa Berakibat Fatal

Jumat, 3 Nov 2023 18:07
    Bagikan  
Penelitian WHO Sebut Terlalu Lama Menggunakan Headset Bisa Berakibat Fatal
Pexels/Charlotte May

Ilustrasi perempuan menggunakan earphone atau headset. Penelitian WHO menyebut penggunaan yang berlebihan bisa berdampak fatal pada kesehatan.

INDONESIATREN.COM - Penelitian dari Organisasi kesehatan dunia, WHO, menyebut bahwa terlalu lama menggunakan headset, earphone atau sejenisnya berdampak fatal untuk kesehatan telinga.

Sementara, menggunakan earphone, headset dan sejenisnya untuk menonton video atau mendengarkan musik memang sudah tak bisa dilepaskan dari kebiasaan para pengguna gawai masa kini.

Tak akan sulit menemukan orang-orang yang mendengarkan musik atau berbicara melalui earphone atau headset sepanjang hari, dan mungkin tidak akan menggangu orang lain disekitarnya.

Baca juga: Waspada! Duduk Terlalu Lama Bisa Berisiko Bagi Kesehatan Hingga Kematian Dini, Simak 5 Bahaya yang Ditimbulkan

WHO memperkirakan sekitar satu milliar anak muda di seluruh dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran. Headset atau earphone menghasilkan gelombang suara ke telinga, membuat gendang telinga bergetar.

Dampaknya menyebar ke telinga bagian dalam melalui tulang-tulang kecil dan sampai ke koklea, sebuah ruang di dalam telinga yang berisi cairan dan terdiri dari ribuan rambut kecil.

Saat getaran mencapai ke koklea, cairan bergetar sehingga menyebabkan rambut pun ikut bergerak, dan semakin kuat suaranya semakin banyak rambut yang bergerak.

Musik keras secara terus-menerus, bisa mengakibatkan membuat sel-sel rambut akhirnya kehilangan kepekaan terhadap getaran, bisa juga menyebabkan sel-sel menjadi bengkok atau menggangu terhadap pendengaran.

Getaran ekstrem ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau tuli yang permanen, yang hampir tidak dapat di sembuhkan.

Baca juga: Vaping Lebih Baik dari Merokok? Simak Dulu Dampak Vape untuk Kesehatan

Selain itu masih ada beberapa dampak lainnya akibat penggunaan earphone atau headset yang berlebihan, antara lain:

1. NIHL
NIHL adalah singkatan dari Noise Induced Hearing Loss, yang artinya gangguan pendengaran akibat kebisingan. Ini bukan hanya tentang volume suara yang dikeluarkan melalui headset atau earphone tersebut, tetapi juga durasinya yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat kebisingan.

2. Tinitus
Sel-sel rambut yang rusak di koklea dapat menyebabkan suara berdenging, berdengung, atau menderu di telinga atau kepala. Kebisingan listrik yang diakibatkannya disebut tinnitus.

3. Hiperakusis
Lebih dari 50 persen orang yang menderita tinitus juga rentan mengalami sensitivitas tinggi terhadap suara lingkungan normal. Kondisi ini disebut dengan Hiperakusis.

4. Gangguan pendengaran
Seperti disebutkan di atas, musik keras atau paparan dalam waktu lama cenderung membuat sel-sel rambut membungkuk terlalu banyak dan parah, sehingga dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara atau permanen.

5. Pusing
Seringkali, peningkatan tekanan di saluran telinga akibat suara keras juga dapat menyebabkan pusing.

6. Infeksi telinga
Karena earphone dipasang langsung ke dalam saluran telinga, headset atau earphone menghalangi aliran udara sehingga meningkatkan kemungkinan infeksi di telinga.

Penggunaan secara teratur dan jangka panjang juga meningkatkan pertumbuhan bakteri. Bakteri ini tetap berada di earphone dan jika digunakan lebih sering, akan menginfeksi telinga.

Ketika earphone digunakan bersama, bakteri yang sama dari telinga seseorang berpindah ke orang lain, sehingga orang tersebut juga terkena infeksi telinga yang serius.

7. Kotoran telinga yang menumpuk
Menggunakan headset atau earphone dalam waktu lama juga menimbulkan kotoran telinga berlebih yang selanjutnya mempercepat kemungkinan tinitus, kesulitan mendengar, sakit telinga, dan seringnya infeksi telinga.

8. Sakit di telinga
Penggunaan headset atau earphone dalam jangka panjang serta penggunaan yang ukurannya tidak pas dapat menyebabkan rasa sakit yang seringkali juga meluas ke telinga bagian dalam, sehingga menyebabkan rasa sakit di sekitar telinga, yaitu dari rahang hingga atas.

9. Efek pada otak
Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan headset atau earphone juga mengakibatkan masalah pada otak dalam jangka panjang. Tingkat kebisingan desibel yang tinggi menarik isolasi dari serabut saraf yang membawa sinyal dari telinga ke otak. Infeksi telinga juga dapat mempengaruhi otak.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja