INDONESIATREN.COM - Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Esa Unggul (UEU), Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026, sukses melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Jalan Raya Kemuning Mede, RT 010/RW 001, Jatinegara, Jakarta Timur. Bertajuk “Membangun Kepercayaan Diri Anak Melalui Komunikasi Dasar dan Edukasi Nutrisi”, program ini dihelat bersama Komunitas Gumul Juang, dalam rangka merayakan Orange's Day 27th.
Pelaksanaan program ini adalah wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung poin ke-4 Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Quality Education (Pendidikan Berkualitas) bagi anak-anak usia sekolah di area marginal. Koordinator Bidang Broadcasting, Dr. Bayquni, M. I.Kom., mengaku sangat bangga dengan inisiatif para mahasiswa ini.
“Pengabdian masyarakat bukan hanya kewajiban akademik. Tetapi, juga merupakan wujud empati dan tanggung jawab sosial nyata dari lingkungan kampus, untuk memberikan dampak langsung yang positif, khususnya dalam pemenuhan hak pendidikan dan kesehatan anak-anak di wilayah marginal,” ujar Bayquni.
Pelaksanaan program ini dihelat bersama Komunitas Gumul Juang
Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini: jajaran dosen dan pakar lintas disiplin ilmu, seperti Ilmu Komunikasi, Ilmu Gizi, dan Ilmu Psikologi. Dosen Ilmu Gizi, Dr. Prita Dhyani Swamilaksita, S.P., M.Si., sebagai pemateri pertama, memberikan penyuluhan teoretis komprehensif mengenai kesadaran gizi (Nutrition Awareness) bagi anak usia sekolah. Edukasi difokuskan pada standarisasi porsi gizi seimbang, serta tips praktis bagi orangtua dalam memilih asupan harian yang sehat di lingkungan rumah.
Baca juga: Terinspirasi Kasus Indogrosir, Mahasiswa Makassar Ajak Korban Perampasan Tanah Jalin Konsolidasi
Melalui penyuluhan ini, orangtua diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pemenuhan indikator gizi seimbang, guna mendukung tumbuh kembang fisik dan kecerdasan kognitif anak secara optimal. Edukasi ini diharapkan dapat menekan angka risiko malnutrisi pada anak melalui penerapan pola makan sehat, yang terkontrol langsung dari lingkungan domestik atau keluarga.
Pada sesi kedua, giliran Dr. Jatayu Hadi Prakoso, S.I.Kom., M.I.Kom., menjadi narasumber. Dosen Ilmu Komunikasi dan Koordinator Bidang Public Relation ini membawakan materi pengenalan unsur dasar komunikasi (Komunikator, Pesan, Media, Komunikan), serta perbedaan antara ekspresi komunikasi verbal dan non-verbal.
Untuk mengaplikasikannya secara nyata, mahasiswa memandu anak-anak dalam permainan interaktif berupa game “pesan berantai” (bisik-bisik kelompok). Di sini, anak-anak ditantang untuk meneruskan kalimat dari panitia secara berurutan. Sesi ini berhasil mengedukasi anak-anak secara praktis mengenai alur penyampaian informasi, sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah pesan rentan mengalami perubahan makna atau distorsi ketika diteruskan dari satu orang ke orang lain.
“Edukasi komunikasi sejak dini sangat krusial, agar anak-anak memahami bagaimana menyalurkan pesan dengan baik dan meminimalisir kesalahpahaman. Melalui metode yang interaktif dan menyenangkan ini, kita melatih mereka untuk menjadi komunikator yang aktif, sekaligus pendengar kritis di lingkungannya,” kata Jatayu.
Program ini menghadirkan dosen dan pakar lintas disiplin ilmu
Baca juga: Dorong Mahasiswa Manfaatkan Teknologi dan Digitalisasi, STIAMI Gelar Kuliah Umum Hybrid di Aula 2201
Sesi penutup diisi Evi Febriani, S.Psi, S.Pd, M.Psi.. Materi yang diberikan dosen Ilmu Psikologi ini berfokus pada pembentukan karakter, serta peningkatan rasa percaya diri (self-confidence) dan keberanian berekspresi (self-expression) anak usia sekolah. Didukung stimulasi dari mahasiswa, dalam sesi penutup ini, anak-anak ditantang untuk berani tampil secara individu di depan publik, melalui tanya jawab.
Selanjutnya, anak-anak diarahkan untuk melakukan metode refleksi tertulis, dengan menuliskan makanan sehat kesukaan dan menceritakan kesibukan orangtua mereka di rumah. Hasil tulisan itu lalu dipresentasikan langsung oleh anak-anak di depan kelas. Rangkaian acara kemudian ditutup meriah dengan aksi bernyanyi bersama di area depan. Sesi ini melatih kesiapan mental dan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) anak-anak, dalam ruang berekspresi yang aman.
Baca juga: Edarkan Sabu dan Obat Keras Terbatas di Kota Sukabumi, 3 Mahasiswa dan 7 Warga Dicokok Polisi
Melalui proyek sosial oleh mahasiswa ini, UEU menegaskan perannya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi untuk turun langsung membantu masyarakat marginal.
Program ini menegaskan peran UEU sebagai pencetak generasi muda yang unggul secara akademis dan memiliki kepekaan sosial tinggi
UEU adalah salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia yang berkomitmen tinggi pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, UEU terus mendukung mahasiswanya untuk kreatif dan inovatif dalam menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat. (*)
