Santri Korban Longsor di Parungseah Sukabumi Dimakamkan, Pondok Pesantren Yaspida Berikan Santunan

Jumat, 15 Nov 2024 14:52
    Bagikan  
Santri Korban Longsor di Parungseah Sukabumi Dimakamkan, Pondok Pesantren Yaspida Berikan Santunan
Hendi Suhendi

Makam Awal Rizki di TPU Kampung Citatah, Sukabumi

INDONESIATREN.COM - Jumat, 15 November 2024, ini, tepat tiga hari Awal Rizki berpulang untuk selamanya, meninggalkan duka teramat dalam bagi keluarganya di Kampung Citatah, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Rizki adalah satu dari empat santri yang meninggal pada Rabu, 13 November 2024, malam, sekitar pukul 21:30 WIB, akibat tertimbun longsoran dinding kolam tempatnya belajar di Pondok Pesantren Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Darussyifa Al-Fithroh (Yaspida), Jalan Parungseah, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Dalam musibah itu, lima santri juga mengalami luka-luka, sehingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Setukpa Polri, Kota Sukabumi. Ketika ditemui seusai pemakaman Rizki pada Kamis, 14 November 2024, di TPU Kampung Citatah, sang ayah, Saepulrohman, mengaku diberitahu mengenai musibah yang menimpa anaknya itu pada Kamis dini hari, sekitar pukul 02:00 WIB.

undefinedundefinedKorban meninggal dalam musibah longsor di Pondok Pesantren Yaspida, Sukabumi

Baca juga: Info Lowongan Kerja Update ke 22

“Saya kaget dikasih tahu (pihak Ponpes), jam 2 dini hari. Langsung saya ke sana (Ponpes). Posisi (jenazah anak saya) sudah di masjid,” ujar Saepulrohman, yang saat diwawancarai itu juga mengaku belum detail diberitahu pihak Ponpes, mengenai kronologi kejadian yang menimpa buah hatinya itu.

“Kalau cerita awal, saya belum dapat kabar. Dari pihak sekolah belum bertemu, belum ada informasi. Dapat kabar dari wali kelasnya. Katanya pulang ngaji, karena mondok di sana,” kata Saepulrohman.

Baca juga: Ungkap Tindak Pidana Pertanahan, Mantan Kapolres Sukabumi Diganjar Penghargaan Pin Emas

Korban adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Saat musibah terjadi, korban tercatat sebagai siswa Kelas 8 di Ponpes itu. Sebelum meninggal, korban sempat pulang ke rumah selama dua hari, dan kembali ke Ponpes pada Senin, 11 November 2024, dengan diantar oleh ayahnya, Saepulrohman.

“Saya yang antar dia ke pondok. Setelah itu kejadian,” ucap Saepulrohman.

undefinedSaepulrohman, ayah korban

Baca juga: Diduga Edarkan Obat Keras Terbatas, 3 Pemuda Diamankan Petugas Sat Res Narkoba Polres Sukabumi Kota

Ponpes Yaspida Beri Santunan dan Biaya Pengobatan

Atas terjadinya musibah itu, pihak Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh (Yaspida), melalui Sekjen, Dr. Rahmat Adi Kusuma, pada Kamis siang menyampaikan rasa duka teramat dalam kepada seluruh keluarga korban. Rahmat juga mengatakan, bahwa pihak Ponpes akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka-luka di rumah sakit, serta memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.

“Untuk korban-korban meninggal, sudah diserahkan ke keluarganya masing-masing. Alhamdulillah, mereka menerimanya dengan baik, dan tentunya Insya Allah ada santunan-santunan yang akan diberikan kepada korban,” tutur Rahmat.

Baca juga: Sepasang Buaya Terlihat Kerap Berkeliaran di Sungai Cimandiri Sukabumi, Warga Minta Dievakuasi

“Dari pihak Pondok Pesantren, tentunya, seluruh korban (luka-luka) sudah dimasukkan ke rumah sakit.  Dan untuk masalah pembiayaannya, kami dari Pondok Pesantren, Insya Allah, akan menyanggupi (pembiayaannya),” ujar Rahmat.

undefinedundefinedundefinedundefinedundefinedundefinedLokasi longsor di Pondok Pesantren Yaspida, Sukabumi

Rahmat kemudian juga mengungkapkan, bahwa bencana longsor yang terjadi di Ponpes itu berlangsung pada Rabu malam, sekitar pukul 21:00-22:00 WIB. Saat itu, menurut Rahmat, ada sejumlah santri yang tengah berkumpul di lokasi kejadian.

Baca juga: Rampcheck Mendadak Polisi dan Dishub di Parungkuda Sukabumi, 17 Kendaraan Dikenai Surat Tilang

“Mereka terhimpit oleh pematang kolam, yang sebelumnya pada tanggal 5 (November) sudah terjadi kejadian longsor,” ucap Rahmat. “Jadi, di daerah itu, seharusnya tidak boleh ada orang yang lalulalang di sana. Kami pun sudah menyampaikan di event-event tertentu, kaitannya di daerah tersebut tidak boleh ditempati oleh siapa pun, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” urai Rahmat.

“Tapi, tadi malam (Rabu, 13 November 2024), ternyata ada sejumlah anak yang kami pun kurang begitu tahu, kenapa anak-anak tersebut berkumpul di area itu, sehingga terjadi kejadian runtuhnya pematang kolam,” ungkap Rahmat.

undefinedSekjen Pondok Pesantren Yaspida, Dr. Rahmat Adi Kusuma

Baca juga: 2 Pekan Jelang Pilgub Kaltim 2024, Elektabilitas Rudy Mas’ud-Seno Aji Ungguli Isran Noor-Hadi Mulyadi

Akibat peristiwa itu, Rahmat membenarkan, ada empat korban meninggal, dan lima korban lainnya mengalami luka-luka. “Dan korban yang ada sembilan orang. Empat orang dinyatakan meninggal, dan lima orang mengalami luka-luka. Semuanya sudah dievakuasi ke rumah sakit, dan yang luka-luka sekarang Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik,” kata Rahmat. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Trending Hari Ini

  1. Lowongan Kerja

Berita Terbaru

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 11-Jul-2026 20:31
Lowongan Kerja
Menerima Sertifikat IP PMR Pangan Olahan, Pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Pasuruan Jatim Dikunjungi Kepala BPOM RI
Rayakan HUT Ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Olahraga Bersama dan Syukuran di Pos Kotis Badau Kapuas Hulu Kalbar
HUT Ke-64, Satgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gandeng Puskesmas Badau Gelar Baksos Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis bagi Warga Desa Pulau Majang Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 7-Jul-2026 23:42
Lowongan Kerja
7 dan 5 Hari Jelang Sidang Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Kembali Rekam Video: “Jangan Terkesan PT Bumi Karsa Orang Besar, Bisa Semena-mena Mengambil Haknya Keluarga Ahli Waris Labbai”
Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“