INDONESIATREN.COM - Kota Sukabumi masuk dalam daftar 10 Kota Toleran di Indonesia Tahun 2025, berdasarkan indeks yang baru saja dirilis oleh Setara Institute. Meraih skor 5,973, Kota Sukabumi menempati peringkat ke-6 dalam daftar 10 Kota Toleran di Indonesia Tahun 2025 itu.
Dikutip dari cnnindonesia.com, Minggu, 26 April 2026, urutan pertama dalam daftar itu ditempati Kota Salatiga, serta Kota Singkawang dan Kota Semarang di urutan ke-2 dan ke-3. Tiga kota ini meraih skor indeks tertinggi sebesar 6,492; 6,391; dan 6,160. Berikut, 10 besar Kota Toleran di Indonesia Tahun 2025, sesuai rilis Setara Institute:
- Kota Salatiga (skor 6,492)
- Kota Singkawang (skor 6,391)
- Kota Semarang (skor 6,160)
- Kota Pematangsiantar (skor 6,084)
- Kota Bekasi (skor 6,037)
- Kota Sukabumi (skor 5,973)
- Kota Magelang (skor 5,805)
- Kota Kediri (skor 5,792)
- Kota Tegal (skor 5,733)
- Kota Ambon (skor 5,657)
Ada 94 kota di Indonesia yang dinilai indeks toleransinya oleh Setara Institute. Studi bagi penyusunan indeks toleransi ini menggunakan empat variabel dan delapan indikator sebagai alat ukur untuk menilai 94 kota itu. Empat variabel itu adalah variabel regulasi pemerintah kota, variabel regulasi sosial, variabel tindakan pemerintah, dan variabel demografi agama.
Ketua Badan pengurus Setara Institute, Ismail Hasani, mengungkapkan, indeks Kota Toleran 2025 itu merupakan wujud konsistensi lembaganya dalam memastikan pengukuran yang berkelanjutan. Melalui studi yang dilakukan untuk menyusun indeks itu, Setara Institute mencatat dan merekam progresi atau pun regresi kerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Baca juga: Murah! Cuman 7 Ribuan, Bisa Liburan di Tempat Wisata Air Curug Sodong Sukabumi, Tanpa Beban
“Jadi (indeks Kota Toleran itu) bukan semata-mata prestasi Wali Kota, atau Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik), atau FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), tapi adalah prestasi bersama,” tegas Ismail.
Setara Institute adalah lembaga penelitian dan advokasi yang berfokus pada isu-isu demokrasi, hak asasi manusia (HAM), pluralisme, serta kebebasan beragama/berkeyakinan di Indonesia. Berdiri pada 2010, Setara Institute berkomitmen untuk mendorong terwujudnya masyarakat Indonesia yang setara, adil, dan menghargai keberagaman, melalui kegiatan penelitian, pendidikan publik, dan advokasi kebijakan.
Setara Institute berharap, indeks Kota Toleran ini bisa mendorong pemerintah daerah untuk berbenah di daerahnya masing-masing, serta menjadi acuan bagi wisatawan lokal mengenai kota yang nyaman dikunjungi saat liburan. (*)
