Korupsi Rp 5,4 Miliar, 3 Mantan Pejabat RSUD Palabuhanratu Sukabumi Ditahan Polda Jabar

Kamis, 3 Oct 2024 18:47
    Bagikan  
Korupsi Rp 5,4 Miliar, 3 Mantan Pejabat RSUD Palabuhanratu Sukabumi Ditahan Polda Jabar
Hendi Suhendi

Barang bukti uang Rp 4,8 miliar yang diamankan Polda Jabar

INDONESIATREN.COM - Tiga mantan pejabat RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, periode 2020-2021, resmi ditahan di Polda Jawa Barat (Jabar). Penahanan dilakukan, setelah ketiganya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penyelewengan dana anggaran insentif tenaga kesehatan (nakes) di UPTD RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tahun anggaran 2020-2021.

Berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat, nilai kerugian negara dalam kasus ini tercatat mencapai Rp 5,4 miliar.

Baca juga: Dipindah ke Lapas Kebonwaru Bandung, Tersangka Korupsi PKBM Sukabumi Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Ketiga tersangka yang diamankan di Polda Jabar itu adalah DP, mantan Direktur Utama (Dirut) RSUD Palabuhanratu; SR, mantan Kabid Pelayanan UPTD RSUD Palabuhanratu; serta WB, mantan Subkor Pelayanan dan Pembiayaan Kesehatan UPTD RSUD Palabuhanratu.

Ketiga tersangka, berikut uang senilai Rp 4,8 miliar yang berhasil diselamatkan dalam kasus korupsi ini, dihadirkan dalam acara jumpa pers di Lobby Gedung Ditreskrimsus Polda Jawa Barat, Kamis, 3 Oktober 2024. Hadir dalam jumpa pers ini, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K.; Wadir Reskrimsus Polda Jabar, AKBP Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H.; serta  Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jabar, Kompol Olma Fridoki, S.H., S.I.K., M.H.

undefinedundefinedTiga tersangka dan barang bukti uang dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Jabar

Baca juga: Bang Ben Setelah 29 Tahun Kepergian: Seniman Komplit-Plit yang Sulit Terlupakan dan Sulit Tergantikan

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K., mengungkapkan, modus operandi dari tindak pidana korupsi ini adalah dengan membuat data fiktif, dalam proses pengajuan dana insentif bagi nakes yang menangani Covid-19. Modus operandi lainnya adalah dengan membuat laporan pertanggungjawaban fiktif.

“Jadi, ada kurang lebih dua modus operandi yang dilakukan dalam tindak pidana korupsi ini,” kata Jules.

Baca juga: Sebulan Kurang Sepekan, Dunia Hiburan Tanah Air Kehilangan 2 Artis Perempuan

Peran yang dilakukan DP sebagai Dirut RSUD Palabuhanratu saat itu, menurut Jules, adalah mengajukan nama-nama nakes yang tidak masuk dalam tim penanganan Covid-19.

“Tersangka berinisial DP, selaku pimpinan fasilitas kesehatan pelayanan, mengajukan nama-nama tenaga kesehatan yang tidak menangani pasien Covid-19, sebagai titipan untuk mendapatkan uang insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 pada UPTD RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2020, dan APBD tahun anggaran 2021,” urai Jules.

undefinedundefinedKabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K. (tengah)

Baca juga: Mobil Tabrak Sepeda Motor di Jalan Raya Sukabumi Bogor, 2 Pengendara Sepeda Motor Meninggal Dunia

Demi memuluskan aksinya itu, DP dibantu oleh SR dan WB. Karena itu, ketiga mantan pejabat RSUD Palabuhanratu ini pula yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Jabar. Sebelumnya, penyidik juga telah memeriksa 184 orang saksi dan tiga orang ahli.

“Hasil pencairan dana dari tenaga kesehatan tersebut diminta kembali untuk dikumpulkan dan kemudian dipergunakan untuk uang kas ruangan Covid-19, dibagi-bagikan kepada tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan pada UPTD RSUD Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, serta digunakan untuk kepentingan pribadi (ketiga tersangka),” tutur Jules.

Baca juga: Kabar Duka: Artis-Dosen-Politisi Marissa Haque Meninggal Dunia

Wadir Reskrimsus Polda Jabar, AKBP Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H., menambahkan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari penetapan atas satu tersangka sebelumnya yang bernama Herlan. “Ya, pengembangan dari tersangka sebelumnya (yakni Herlan),” ucap Maruly, yang pernah bertugas sebagai Kapolres Sukabumi pada 6 Januari 2023 hingga 28 Desember 2023.

undefinedundefinedWadir Reskrimsus Polda Jabar, AKBP Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H.

Atas perbuatannya itu, ketiga tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga: Dalam 10 Hari, 2 Warga meninggal Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Sukabumi

Ancaman hukuman yang ditetapkan pasal-pasal ini paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun penjara, serta denda paling sedikit Rp 200 juta, dan paling banyak Rp 1 miliar. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja