Hujan Belum Turun, Warga 2 Kampung di Sukabumi Berburu Air ke Bantaran Sungai Cimandiri

Rabu, 11 Sep 2024 14:19
    Bagikan  
Hujan Belum Turun, Warga 2 Kampung di Sukabumi Berburu Air ke Bantaran Sungai Cimandiri
Hendi Suhendi

Warga usai mencuci di bantaran Sungai Cimandiri

INDONESIATREN.COM - Musim kemarau yang belum sepenuhnya berlalu, dan hujan yang belum juga turun, membuat warga dua kampung di Kabupaten dan Kota Sukabumi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di rumahnya. Dua kampung itu adalah Kampung Ciwangun, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, serta Kampung Saluyu, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Demi memperoleh air bersih, warga kedua kampung itu terpaksa berburu air bersih ke sumber mata air di bantaran Sungai Cimandiri. Bantaran sungai ini merupakan batas alam yang memisahkan wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Mata air di bantaran Sungai Cimandiri ini, memiliki cadangan air bersih yang melimpah dan tidak pernah kering, walau dilanda kemarau panjang.

undefinedundefinedSungai Cimandiri, batas alam Kota dan Kabupaten Sukabumi

Baca juga: 11 September 79 Tahun Lalu, RRI Berdiri dan Setia Menginspirasi Indonesia dari Udara

Ke bantaran Sungai Cimandiri ini pula pada Rabu, 11 September 2024, warga bernama Igun berburu air bersih dengan menggunakan kendaraan roda empat miliknya. Jarak rumah Igun di Kampung Saluyu dengan bantaran Sungai Cimandiri ini kurang lebih satu kilometer.

“Air bersih di rumah sih ada. Tapi, ngocor-nya kecil banget. Jadi, butuh waktu lama untuk mengisi bak mandi dan untuk cuci-cuci. Makanya, saya ke sini (bantaran Sungai Cimandiri), karena di sini sumber airnya melimpah, banyak lokasinya, dan tidak pernah kering,” ucap Igun, yang di dalam mobilnya terdapat belasan ember berisi air untuk keperluan keluarganya dan juga para tetangganya.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Mantan Kanit Resmob Polres Subang Jadi Tersangka

“Banyak (tetangga) yang nitip (air bersih) sama saya. Soalnya, kalau ambil pakai ember sendiri ke sini, lumayan jauh jalannya,” kata Igun.

undefinedundefinedundefinedWarga berburu air bersih dengan membawa mobil

Sama dengan Igun, seorang warga bernama Suriyati juga mengaku sudah beberapa hari terakhir ini mencuci baju dan alat makannya di tebing bantaran Sungai Cimandiri. Padahal, rumah Suriyati di Kampung Ciwangun hanya berjarak sekitar 100 meter saja dari bantaran Sungai Cimandiri.

Baca juga: Rampas Sepeda Motor dan Aniaya Anak di Bawah Umur, 2 Terduga Pelaku Ditangkap Polres Sukabumi Kota

“Tapi, sumber air di rumah sudah menipis. Jadi terpaksa ke sini (tebing bantaran Sungai Cimandiri), karena airnya masih banyak dan bisa dipakai sepuasnya untuk cuci baju dan alat-alat makan dari rumah saya,” tutur Suriyati.

undefinedundefinedundefinedWarga mencuci baju dan alat makan di tebing bantaran Sungai Cimandiri

Saat ini, selain untuk mencukupi kebutuhan air di rumahnya masing-masing, banyak pula warga yang sengaja datang untuk sekadar berendam atau mandi di Sungai Cimandiri. Debit air di sungai ini tidak hanya terlihat banyak dan berlimpah, namun juga bersih untuk digunakan mandi oleh warga.

Baca juga: Putus 29 Juni 2024, Jembatan Penghubung 2 Kecamatan di Sukabumi Selesai Diperbaiki dan Resmi Digunakan Lagi

undefinedundefinedundefinedWarga bawa gayung untuk mandi di Sungai Cimandiri

Alhasil, banyak di antara warga yang terlihat datang membawa gayung, untuk mandi di sungai itu. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 9-Jun-2026 18:49
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 8-Jun-2026 21:28
Lowongan Kerja
Tanah Diduduki dan Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kita Santai Saja, Tunggu Putusan Pengadilan Negeri Makassar”
Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar karena Timbun dan Bersih-Bersih Tanah Milik Sendiri, Jubir Ahli Waris Labbai: “Salah Alamat”
Tumbuhkan Asa pada Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus Indonesia 2026 di Hall Dewan Pers Jakarta

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Buktikan sebagai Pemilik Lahan Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Labbai Bersihkan Kawasan yang Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 31-May-2026 23:04
Lowongan Kerja