Jembatan Gantung Sungai Cikaso di Sukabumi Putus Separuh, Murid dan Guru Bertarung Nyawa Menuju Sekolah

Selasa, 23 Jul 2024 19:35
    Bagikan  
Jembatan Gantung Sungai Cikaso di Sukabumi Putus Separuh, Murid dan Guru Bertarung Nyawa Menuju Sekolah
Istimewa

Siswa-siswi sekolah yang masih bocah bergelantungan di jembatan Sungai Cikaso menuju sekolah

INDONESIATREN.COMPemandangan mengenaskan kini terlihat setiap hari di Kampung Cigirang, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, serta Kampung Pamoyanan, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi.

Sejak 15 Juni 2024 lalu, jembatan gantung yang melintang di atas Sungai Cikaso, dan menjadi jalan penghubung utama antara kedua kampung itu, putus separuh rangkaian tali bajanya. Pada tanggal itu, curah hujan turun dengan sangat tinggi, sehingga membuat Sungai Cikaso meluap, dan airnya menerjang jembatan tersebut.

Baca juga: Jalan Kabupaten Longsor, Aktivitas Warga di 2 Kecamatan dan 3 Desa di Sukabumi Terancam Lumpuh Total





Jembatan gantung berukuran panjang 30 meter dan lebar 1,70 meter itu, dibangun pada sekitar tahun 2018 lalu.

Akibat putusnya separuh rangkaian tali jembatan ini, membuat warga, pelajar, dan guru yang hendak beraktivitas pulang pergi antar kedua kampung pun harus bertarung nyawa, saat melintasi jembatan gantung itu.

Leni Sumarni, adalah salah satunya. Warga Kampung Pamoyanan ini setiap hari harus berangkat mengajar ke Sekolah Dasar Negeri Cibadak di Desa Neglasari. Leni pun mengaku terpaksa melintasi jembatan yang separuh putus itu dengan cara menggelantung, agar bisa tiba tepat waktu di sekolah tempatnya bertugas.

Awalnya, saya gunakan akses jalan yang lain, yang membutuhkan perjalanan untuk pulang dan pergi mencapai tiga jam lebih. Tetapi, dengan perjalanan yang menyita waktu, materi, dan tenaga juga, maka saya memutuskan dengan hati berdebar melewati jembatan ini. Kalau lewat melalui jembatan ini, dari rumah ke tempat kerja saya (hanya butuh waktu sekitar) satu jam kurang,” tutur Leni, ketika ditemui di lokasi jembatan, Selasa, 23 Juli 2024.

Baca juga: Jalan Alternatif di Pasir Jati Sukabumi Longsor, Arus Lalulintas Caringin-Cibadak PP Dialihkan

Perempuan guru berusia 40 tahun ini mengungkapkan pula, akibat kondisi jembatan gantung yang tidak layak dilintasi itu, segala aktivitasnya sehari-hari menjadi sangat terganggu dan menyita waktu.

“Ya, tentu (terganggu). Soalnya, tidak bisa mengefektivitaskan waktu. Tetap melintasi (jembatan) ini, menghambat juga. Dari Kampung Cigirang ke Kampung Pamoyanan, ada yang sekolah non formal, ada madrasah Diniyah. Tetapi, untuk siswa SMP, SMA, SMK, dari kampung kami banyak. Bahkan, bukan hanya dari kampung kami, ada (juga) dari Desa Bantarpanjang, banyak menggunakan akses jalan ini,” keluh Leni, yang mengaku, meski hujan deras turun, dan air Sungai Cikaso meluap, ia tetap bekerja menjalankan tugasnya sebagai guru.

Saya tetap kerja, apa pun kendalanya. Dulu, sebelum ada jembatan ini, jembatan ini dibangun tahun 2018 kalau tidak salah, saya menggunakan jembatan bambu. Ketika jembatan bambu itu tidak ada, maka saya dibikinin masyarakat sampan untuk melewatinya. Atau pun saya melewati air tersebut dengan melintas airnya sampai sedada,” ujar Leni.

Baca juga: Hujan Deras pada Akhir Pekan, Akses Jalan dan Rumah Warga di Parakansalak Sukabumi Rusak Diterjang Longsor

Kini, dengan kondisi jembatan gantung yang tidak layak digunakan itu, Leni berharap kepada pihak terkait, agar segera melakukan perbaikan atas jembatan gantung tersebut.

Harapannya, kepada siapa pun, khususnya institusi pemerintah, atau siapa pun yang merasa terketuk dengan kondisi kami, dengan murid kami, dengan masyarakat kami juga yang begitu banyak, segera untuk dibangun jembatan ini, dengan pembangunan begitu layak dan bagus dari sebelumnya,” kata Leni.

Tak berbeda dengan Leni, keluhan atas kondisi jembatan gantung itu juga diutarakan Putri, siswi kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Cibadak. Bersama teman-temannya dari kelas 2 dan 5, bocah perempuan berusia 12 tahun ini setiap hari terpaksa harus bergelantungan melintasi jembatan gantung itu, agar bisa sampai di sekolahnya.

Mau sekolah Madrasah Diniyah. Ya gitu, pegangan lewat gelantungan,” ujar Putri, saat ditemui di lokasi jembatan, Selasa, 23 Juli 2024.

Bilamana cuaca buruk dan hujan turun, demi keselamatan dirinya, Putri bersama teman-temannya, mengaku terpaksa meliburkan diri.

"Takut, tidak berani. Kata guru, jangan berangkat sekolah, takut tidak bisa pulang, nanti hanyut,” kata Putri.

Namun, saat kondisi cuaca cukup bersahabat, dan air Sungai Cikaso surut, Putri bersama teman-temannya tidak khawatir berangkat ke sekolah.

Kalau cuaca begini, berani,” ucap Putri. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 9-Jun-2026 18:49
Lowongan Kerja