Hati-hati! Kebiasaan Menahan Kentut Ternyata Berbahaya untuk Kesehatan

Gres
Jumat, 10 Nov 2023 13:00
    Bagikan  
Hati-hati! Kebiasaan Menahan Kentut Ternyata Berbahaya untuk Kesehatan
Freepik/krakenimage.com

Ilustrasi wanita menutup hidung.

INDONESIATREN.COM - Kebanyakan orang terpaksa menahan kentut karena situasi tertentu. Ini bisa terjadi ketika Anda berada di sebuah tempat atau ruangan di mana banyak orang lalu situasinya tidak memungkinkan.

Namun, menahan kentut atau gas usus bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Gas usus adalah produk sampingan dari proses pencernaan dalam tubuh yang terdiri dari berbagai gas, seperti nitrogen, oksigen, karbon dioksida, hidrogen, dan metana.

Gas ini dapat terjebak dalam saluran pencernaan, dan menahannya bisa memiliki efek negatif pada kesehatan Anda.

Baca juga: Bukan Sakit Perut Biasa, Kenali Gejala dan Penyebab Pankreatitis

Sering menahan kentut yang sering dianggap sepele ini berbahaya bagi tubuh, dan kebiasaan ini dapat menyebabkan beberapa masalah bagi kesehatan.

Berikut dampak buruk menahan kentut bagi kesehatan yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Wasir

Wasir adalah konsekuensi akibat dari menahan kentut. Ini disebabkan oleh gerakan yang berlebihan saat menahan kentut agar tidak keluar. Gerakan ini dapat mengencangkan otot organ bawah tubuh, melebarkan pembuluh darah sehingga akhirnya menyebabkan wasir.

2. Penyakit Usus

Radang usus juga diakibatkan oleh kebiasaan menahan kentut, dan radang usus ini dikenal sebagai bahasa medis dengan diverticulitis. Diverticulitis atau radang usus ini terjadi ketika kantong kecil berkembang di lapisan usus dan meradang.

Menahan kentut dalam jangka panjang dapat menyebabkan distensi usus, di mana usus menjadi membesar dan mengalami perubahan struktural. Ini bisa menjadi masalah serius yang memerlukan perawatan medis.

3. Peritonitis

Peritonitis adalah kondisi di mana peritoneum mengalami peradangan. Peritoneum merupakan selaput yang melapisi dinding perut bagian dalam sebagai pembatas dari organ-organ di dalam perut. Hal ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur dan salah satunya dari kebiasaan menahan kentut.

4. Kembung dan Nyeri Perut

Menahan kentut alias gas usus bisa menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman. Gas yang terperangkap dalam saluran pencernaan dapat membuat perut terasa penuh, tegang, dan buncit.

Gas yang tertahan dalam usus dapat menyebabkan nyeri perut, kram, dan rasa tidak enak. Hal ini dapat mengganggu kenyamanan sehari-hari Anda.

5. Peningkatan Tekanan Darah

Menahan kentut dengan keras atau terus-menerus dapat meningkatkan tekanan intraabdominal, yang pada gilirannya dapat meningkatkan tekanan darah. Ini dapat berisiko bagi individu dengan tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

6. Gangguan Pencernaan

Menahan gas usus dapat mengganggu proses pencernaan, karena gas yang tertahan dapat mengganggu aliran makanan dalam usus. Ini dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan menyebabkan masalah pencernaan, seperti sembelit.

7. Peningkatan Risiko Infeksi

Menahan gas usus dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, karena tekanan yang diberikan pada kandung kemih dapat menyebabkan bakteri naik ke saluran kemih.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja