Peneliti Sebut Pengobatan Tradisional Cina Ini Bantu Pasien Sembuh dari Serangan Jantung

Gres
Minggu, 10 Dec 2023 10:02
    Bagikan  
Peneliti Sebut Pengobatan Tradisional Cina Ini Bantu Pasien Sembuh dari Serangan Jantung
Freepik

Ilustrasi serangan jantung.

INDONESIATREN.COM - Sebuah penelitian menemukan pengobatan tradisional Cina "Tongxinluo" dapat memberikan manfaat bila digunakan sebagai terapi tambahan bagi pasien yang baru pulih dari serangan jantung.

Pada pasien dengan infark miokard elevasi segmen ST (STEMI), para peneliti menemukan peningkatan yang signifikan dalam hasil kardiovaskular ketika Tongxinluo digunakan sebagai pengobatan tambahan, bersama dengan terapi yang diarahkan pada pedoman. Temuan ini dipublikasikan di Jama Network.

STEMI adalah bentuk serangan jantung paling parah yang terjadi ketika arteri yang memasok darah ke jantung tiba-tiba tersumbat sebagian atau seluruhnya oleh pembekuan darah.

Baca juga: Meningkatkan Kesehatan Jantung hingga Mental, Ini 5 Manfaat Jalan Pagi

Tongxinluo, senyawa yang terbuat dari ekstrak tumbuhan dan serangga, telah digunakan dalam pengobatan Tiongkok untuk mengobati serangan jantung.

Meskipun Tongxinluo telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam penelitian hewan dan manusia skala kecil, efektivitasnya belum dievaluasi dalam uji klinis skala besar.

Tim peneliti memberikan kapsul oral Tongxinluo kepada 1.899 orang, yang merupakan bagian dari uji klinis acak yang dilakukan di 124 pusat klinis di Tiongkok.

Plasebo yang tampak serupa diberikan kepada 1.899 orang lainnya selama uji coba 12 bulan. Tongxinluo dan plasebo diberikan sebagai tambahan pengobatan yang diarahkan oleh pedoman STEMI.

Tim kemudian menilai efektivitas klinis dan keamanan kapsul tersebut pada 30 hari dan satu tahun. Para peneliti mencari kejadian merugikan kardiovaskular dan serebrovaskular (MACCEs) seperti kematian jantung, reinfark miokard, revaskularisasi koroner, dan stroke.

Baca juga: Benarkah Olahraga Malam Akibatkan Serangan Jantung? Cek Penjelasannya Berikut Ini

Setelah 30 hari, MACCE terjadi pada 99 pasien pada kelompok kontrol, sedangkan MACCE hanya terjadi pada 64 pasien pada kelompok Tongxinluo.

Jumlah kematian akibat penyakit jantung juga secara signifikan lebih rendah pada kelompok Tongxinluo dibandingkan pada kelompok plasebo. Pada akhir tahun, kelompok Tongxinluo terus mempunyai tingkat MACCE yang lebih rendah.

"Reaksi obat yang lebih merugikan terjadi pada kelompok Tongxinluo dibandingkan kelompok plasebo, terutama didorong oleh gejala gastrointestinal," tulis para peneliti, seperti dikutip dari Medical Daily.

“Pada pasien dengan STEMI, obat paten Tiongkok Tongxinluo, sebagai terapi tambahan selain pengobatan yang diarahkan oleh pedoman STEMI, secara signifikan meningkatkan hasil klinis dalam 30 hari dan 1 tahun. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan mekanisme kerja Tongxinluo pada pasien dengan STEMI. STEMI,” tambah mereka.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja