Apakah Mengonsumsi Makanan yang Dibakar atau Dipanggang Dapat Memicu Kanker? Simak Penjelasannya

Gres
Kamis, 7 Dec 2023 19:33
    Bagikan  
Apakah Mengonsumsi Makanan yang Dibakar atau Dipanggang Dapat Memicu Kanker? Simak Penjelasannya
Freepik/KamranAydinov

Ilustrasi makanan yang dibakar.

INDONESIATREN.COM - Mengklonsumsi makanan yang dibakar seperti sate-satean, ayam bakar, ikan bakar, bebek bakar, dan lain-lainnya dapat berisiko terkena kanker.

Ada beberapa deretan jenis kanker yang bisa muncul ketika Anda mengonsumsi makan makanan yang dibakar, yaitu kanker pankreas, usus, dan prostat.

Namun faktanya, tidak semua makanan yang dibakar dapat memicu terkena risiko kanker.

Dilansir dari situs resmi Kominfo, Dokter Aru W. Sudoyo selaku Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia dan Ahli onkologi medik menjelaskan bahwa daging merah yang dipanaskan dan dibakar sampai menghitam menjadi karsinogen (zat memicu timbulnya kanker).

Namun, apabila makan sate yang dagingnya dibakar tidak terlalu gosong, maka hal tersebut tidak menimbulkan pemicu kanker.

Jadi, sate yang dibakar hingga menghitam dan gosong, merupakan pemicu yang dapat menyebabkan kanker karena mengandung zat karsinogen.

Lalu, apa itu karsinogen yang terkandung dalam makanan yang dibakar dan dipanggang?

Menurut kutipan dari Cancer Center saat daging yang dibakar atau dipanggang terbagi menjadi dua jenis karsinogen, yaitu Amina Aromatik Heterosiklik (HCA) dan Hidrokarbon Aromatik Polisiklik (PAH).

Kedua unsur tersebut belum terbukti menyebabkan kanker pada manusia, tetapi penelitian menunjukkan bahwa HCA dan PAH dapat menyebabkan kanker dengan mengubah DNA. Kedua zat berbahaya tersebut terbentuk selama pemanggangan dengan cara berikut.

1. HCA

HCA terbentuk ketika protein di dalam daging bereaksi terhadap panas yang sangat tinggi. Semakin lama daging berada di atas panggangan, semakin banyak juga kadar HCA-nya.
Tepian gosong pada steak dan arang hitam yang menumpuk di panggangan adalah bukti konsentrasi kadar HCA yang lebih tinggi.

2. PAH

PAH diproduksi saat lemak dan cairan menetes ke dalam api, yang menyebabkan nyalanya api dan asap. Akibatnya, asap menyebarkan PAH ke permukaan makanan.
Selain itu, asap dari makanan yang dimasak di atas panggangan dapat membahayakan paru-paru Anda karena PAH.

Ada pula dua metode memasak daging yang dapat mengurangi risiko kanker, mengutip dari situs resminya Columbia Doctors.

1. Mempersingkat waktu pemaparan api

Balik makanan sesering mungkin dan masak dengan api paling tidak langsung.

Menggunakan pemanggang gas mungkin lebih aman daripada oven gas.

2. Mempersingkat waktu memanggang

Kurangi waktu makanan yang terkena panas dan api yang ekstrim. Selain itu, potongan makanan yang lebih kecil membutuhkan waktu panggangan yang lebih singkat.

Jadi, ketika nda ingin dagingnya matang, pertimbangkan dulu bagaimana kedua metode memasak tersebut, agar kadar HCA dan PHA dalam daging tidak dapat memengaruhi makanan yang Anda makan. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja