Kebun Pisang Warga Bandung Barat Rusak Gegara Dilindas Motor Kros, Panitia: Masalah Sudah Diselesaikan

Teritori
Sabtu, 13 Jan 2024 20:52
    Bagikan  
Kebun Pisang Warga Bandung Barat Rusak Gegara Dilindas Motor Kros, Panitia: Masalah Sudah Diselesaikan
TikTok

Tnmgkapan layar dari vdeo viral terkait kebun pisang yang rusak akibat dilewati sejumlah pengendara motor kros di Cipatat, kabupaten Bandung Barat.

INDONESIATREN.COMPanitia penyelenggara kegiatan sepeda motor trail memastikan kebun pisang milik warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang rusak sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan dilakukan ganti rugi.

Diketahui, sejumlah pohon pisang tumbang di kawasan pegunungan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, karena terlintas sepeda motor kros pada 7 Januari 2024. Berdasarkan unggahan akun instagram @bandungterkini, terlihat pemilik kebun pisang geram karena lahannya rusak seusai dilewati pengendara sepeda motor kros.

Ketua penyelenggara, Agus Rustandi mengatakan, permasalahan antara pegiat sepeda motor kros dengan pria diduga pemilik lahan itu sudah diselesaikan kemarin. 

Namun, pria yang sempat berselisih paham dalam video viral itu bukan memiliki lahan melainkan buruh tetapi yang pasti semuanya sudah selesai.

Baca juga: Kebun Pisang di Bandung Barat Rusak Akibat Dilewati Motor Kros, Kepala Desa Minta Agar Petani Segera Melapor

"Yang di video itu, bukan pemilik lahan. Informasi dari pemilik lahan yang sebenarnya yang ada di video itu buruh daun. Kami sudah ketemu dengan pemilik lahan dan orang yang bersangkutannya, sudah clear semua," kata Agus, Sabtu 13 Januari 2024.

Berdasarkan keterangan buruh daun itu, dia merasa kaget lantaran kebun pisan milik majikannya menjadi lintasan para pegiat sepeda motor kros. Lalu dia berinisiatif meminta uang ganti rugi kepada peserta kegiatan sepeda motor kros.

"Dia itu kaget dan takut disalahkan sebetulnya. Bahasa kitanya mah reuwas (kaget). Kami sounding ke pemilik lahan, mungkin pekerjanya enggak tahu. Dia juga sudah minta maaf katanya, enggak tahu ada kegiatan itu," ujarnya.

Agus mengaku sudah berkoordinasi dengan pemilik lahan kebun pisang untuk dijadikan jalur sepeda motor kros sebelum kegiatan berlangsung. Kemudian, terdapat kesepakatan terkait nominal kerugian.

Baca juga: Usai Banjir Bandang di Jalan Braga, 80 Tenaga Medis Disiagakan Untuk Tangani Masalah Kesehatan di Gang Apandi

"Sebelum kegiatan sudah koordinasi dengan pemilik lahan, izin ke desa dan kecamatan. Ada kesepakatan antara panitia dengan pemilik lahan. Ada hitung-hitungannya seperti apa," ucapnya.

Dia menambahkan, seusai kegiatan, panitia masih berada di lokasi guna memastikan kompensasi kerugian tidak terlewatkan. Selain itu, panitia juga mengadakan agenda bakti sosial dan aksi tanam pohon.

"Tiga hari setelah kegiatan, kami masih standby di lokasi barangkali ada yang terlewat untuk penggantian. Alhamdulillah aman ternyata. Kami juga mengadakan bakti sosial, penanaman 2.000 pohon, pembagian sembako, bantuan berupa cat dan materi ke tempat ibadah yang terlewat selama kegiatan," kata dia. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja