Tandai Eksistensi 3 Dekade, LPB Pentaskan “Koplak-Koplak” di Rumentang Siang Bandung Minggu Pekan Depan

Minggu, 16 Nov 2025 14:56
    Bagikan  
Tandai Eksistensi 3 Dekade, LPB Pentaskan “Koplak-Koplak” di Rumentang Siang Bandung Minggu Pekan Depan
Dokumentasi LPB

Poster pementasan “Koplak-Koplak” di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Bandung, Minggu, 23 November 2025

INDONESIATREN.COM - Akhir pekan depan, Minggu, 23 November 2025, di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Bandung, sebuah pementasan teater bertajuk “Koplak-Koplak” akan dihelat Laskar Panggung Bandung (LPB), salah satu kelompok teater independen paling berpengaruh di Bandung dan Jawa Barat. Pementasan ini sekaligus menandai momen paling bersejarah dalam perjalanan hidup LPB sebagai kelompok teater, yakni ulang tahun atau milad ke-30, dihitung dari waktu pendiriannya pada 20 November 1995.

Saat itu, delapan seniman, yakni antara lain Yusef Muldiyana, Deddy Koral, Anton Justian, dan Gaus FM, sepakat mendirikan LPB. Nama “Laskar Panggung Bandung” dipilih sebagai penanda, bahwa panggung adalah ruang perjuangan, tempat kritik sosial dirawat melalui humor, satire, dan permainan imajinasi.

undefinedYusef Muldiyana (kanan), dalam satu kesempatan pertemuan bersama Penulis di Bandung

Baca juga: Jalan Kesenimanan Yusef Muldiyana: Sejak Kecil Cinta Panggung, 3 Dekade Besarkan Laskar Panggung Bandung

Adalah Yusef pula yang menulis naskah dan menyutradarai “Koplak-Koplak”. Bersama Yusef, akan hadir juga di pementasan nanti, para aktor pendukung, yakni Apip Catrix, Deddy Koral, Kemal Ferdiansyah, Ria Ellysa Mifelsa, Senny Suzan Alwasilah, Agus Injuk, Kori Yoseph Iskandar, Alin Reynaira, Dian Lidya Opik Geulang, Rasyid Vanadi, Superjonesia, Dadan Darto, Reni Angling, Hafiz Permana, Nadhief Adem, Eka Cw, M. Fahri Aldani, Availa Raisha, M. Haykal, Aurel Siti, Luna Alika, Olipia Adela, Irfan Noval, Fitri Dewi Asyfa Divia, Alia Nursapta, Maulana Hasbhy, Meysha Zaha, Vadisa Atallani, Anggita Putri, Flora Amelia, Fanisa Karina, Shin Melani, Asyara Divia, Tiara Sucilawati, Clara Oktaviana.

Para aktor itu akan didukung oleh Penata Artistik: Riky Oet; Penata Musik: Reza Rizky, M. Fahri, dan Mita Kulsum; Penata Busana: Ceu Sussie Fatriani dan Asep Hermawan Bhamereta; Penata Cahaya: Beben Rana; Penata Multimedia: Aji Sangiaji; serta Penata Rias: Yayas Yoseph Iskandar dan Vadisha Attalani.

Baca juga: Sabtu Kreatif di TK-SD Ignatius Slamet Riyadi Gatsu Bandung: Murid Berlatih Olah Jelantah Jadi Sabun dan Lilin

Pementasan pun akan semakin hidup dengan penampilan spesial dari Teater Lima Wajah, dan monolog “Feng Ying” karya Bode Riswandi.

Pintu pertunjukan akan dibuka pada pukul 19.00 WIB, dan tiket dapat diperoleh dengan harga Rp 35.000.

undefinedSeniman LPB sibuk berlatih jelang pementasan “Koplak-Koplak”

Baca juga: Dukung Investasi Kesehatan, Wabup Sukabumi Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Karlinah RS DKH Cibadak

Dalam pementasan “Koplak-Koplak” nanti, Yusef kembali membidik isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari persoalan sumber daya alam, pembangunan, hingga dinamika kelas pekerja. Semuanya itu dirangkum dengan pendekatan komedi yang “koplak”, jenaka, namun tetap menyimpan ketajaman kritik. Humor menjadi medium untuk menyampaikan gagasan, tanpa harus menggurui.

“Koplak-Koplak” pun menjadi ruang penting bagi Yusef, yang dibesarkan Studiklub Teater Bandung (STB), dan pernah belajar langsung dari mendiang Arifin C. Noer. Di LPB, seniman kelahiran Subang, 2 September 1961, ini bukan lagi sekadar pendiri, tapi juga motor kreatif yang menjaga kelompok ini tetap relevan dan berpijak pada realitas sosial.

undefinedYusef Muldiyana saat dirias Suyatna Anirun, pendiri STB, untuk pentas tahun 1996

Baca juga: Jumat-Sabtu Ini di Rumentang Siang Bandung: STB Rayakan HUT ke-67 dengan Pentaskan Lakon “Musyawarah Burung”

Selama tiga dekade keberadaannya, beberapa karya penting telah dipentaskan LPB, semisal “Manusia Dalam Botol”, “Bulan dan Kerupuk”, “Kutu-Kutu Kota Kita”, dan “Raja Lieur”. Hingga 2010-an, LPB pun tercatat telah memproduksi lebih dari 247 pementasan, baik tunggal maupun produksi pesanan.

Melalui “Koplak-Koplak”, LPB mengajak publik merayakan perjalanan panjang seni teater yang tak hanya menghibur, namun juga menyuarakan keresahan. Setelah 30 tahun berlalu, semangat kelompok ini tetaplah sama, yakni menghadirkan tawa yang membuka mata dan menyuarakan isu-isu yang sering terabaikan. Di tengah berbagai perubahan zaman, LPB kembali unjuk bukti, bahwa panggung adalah ruang di mana humor, kritik, dan kemanusiaan dapat hidup berdampingan.

undefinedundefinedundefinedRangkaian pentas LPB (dari atas): “Kutu-Kutu Kota Kita” (2009), “Bulan dan Kerupuk” (2011), serta “Caligula” 2015

Baca juga: Usia 67 Pentaskan “Musyawarah Burung”, STB Betul-Betul “Mawar di Taman Kesenian Bandung”

Panjang umur LPB!!! (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 9-Jun-2026 18:49
Lowongan Kerja