Ada Skema Pinjol untuk Bayar UKT di ITB, Ridwan Kamil: Tak Masalah Jika Bunga Rendah

Nusantara
Selasa, 30 Jan 2024 09:37
    Bagikan  
Ada Skema Pinjol untuk Bayar UKT di ITB, Ridwan Kamil: Tak Masalah Jika Bunga Rendah
Indonesiatren.com/Reza Deny Rustama

Aksi demonstrasi mahasiswa ITB yang menolak skema pembayaran UKT menggunakan Pinjol di depan Gedung Rektorat ITB, Jalan Sulanjana, Kota Bandung pada Senin, 29 Januari 2024.

INDONESIATREN.COM - Mahasiswa menolak adanya skema pinjaman online (pinjol) untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan Danacita.

Sebagai seorang alumni ITB, Ridwan Kamil pun turut memberikan komentarnya. Dia menilai, skema yang diterapkan oleh mantan kampusnya itu bertujuan baik.

Sebab, tidak semua mahasiswa memiliki kemapuan keuangan serupa. Apalagi, proses mendaftar ke ITB pun berbeda-beda, baik melalui seleksi dari sekolah, mengikuti tes, maupun jalur mandiri.

"Niatnya baik kan ya karena tidak semua mahasiswa itu punya kemampuan keuangan. Masuk ke ITB itu kan ada kategorinya, ada seleksi dari sekolahan, ada yang seleksi ikut tes, ada yang jalur mandiri, jadi beda-beda," kata Ridwan Kamil pada Selasa, 30 Januari 2024.

Baca juga: Anies Baswedan Komitmen Akan Mengkaji Ulang Undang-Undang Cipta Kerja: Memberikan Rasa Keadilan

Dia menambahkan, skema pinjol untuk mempermudah mahasiswa yang ingin tetap berkuliah, tetapi memiliki kendala finansial, sesuai konteks kekinian.

Sebab, rata-rata pinjaman saat ini berbasis digital, tetapi yang paling penting bunganya tidak memberatkan mahasiswa. Namun, jika negara bisa hadir lebih bagus dan memberikan pinjaman tanpa bunga.

"Pinjaman hari ini rata-rata digital ya, yang penting jangan memberatkan. Tapi bahwa harus disubsidi, itu realitanya, tidak semua bisa membayar penuh," kata dia menambahkan

Soal mengenai bunga pinjaman 20 persen, Ridwan Kamil mengaku tidak tahu menahu teknis kerja sama antara ITB dengan Danacita. Jika benar bunga pinjaman mencapai 20 persen, Ridwan Kamil berharap angkanya lebih ringan.

Baca juga: Ikut Kampanye Prabowo, Desta Tegur Admin PAN Unggah Videonya Tanpa Izin: Saya Tidak Terafiliasi Partai Apapun

"Saya enggak hafal teknisnya. Tapi kalau angka administrasinya berat, ya kita imbau saja untuk diringankan. Karena kita harus investasi pendidikan sebaik-baiknya kepada generasi muda khususnya yang masuk ke perguruan tinggi negeri.

Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa (KM) ITB, Yogi Syahputra mengaku pihaknya sudah berkomunikasi dengan rektorat untuk mencari jalan keluar bagi mahasiswa yang menunggak UKT.

Sementara rektorat ITB hanya memberikan dua solusi bagi mahasiswa yang menunggak UKT. Pertama, cuti kuliah, dan kedua, mengakses pinjol Danacita yang mematok bunga sekitar 20 persen.

"Kampus memberikan solusi yakni melalui pinjaman online Rp 12,5 juta dan untuk rentang waktu 12 bulan dengan keharusan mengembalikan Rp 15,5 juta. Itu bunganya kisaran 20 persen. Ini sangat memberatkan," kata Yogi.(*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja