Santap Mie Instan Pakai Satu Kilogram Cabai, Gadis asal Sukabumi Ini Tidak Kepedasan!

Selasa, 19 Dec 2023 15:28
    Bagikan  
Santap Mie Instan Pakai Satu Kilogram Cabai, Gadis asal Sukabumi Ini Tidak Kepedasan!
Indonesia Tren/Tavip Pancoro

Saat Mila Nur Amaliyah alias Yaya memakan mie instan berlumur cabai rawit sebanyak satu kilogram.

INDONESIATREN.COM - Dua tahun lalu, 17 Agustus 2021, sebuah lomba unik menyambut HUT Ke-76 RI berlangsung di Kampung Cijambe Nyomplong, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Mengambil tempat di lahan kosong RT 012/RW 006, lomba itu diikuti lima perempuan yang seluruhnya masih terikat hubungan saudara.

Mengapa hanya perempuan yang menjadi peserta lomba? Tiada lain karena diyakini hanya perempuan sajalah yang kuat melakoni lomba itu, yakni menyantap dua bungkus mie instan campur satu kilogram cabai rawit.

Bayangkan: satu  kilogram cabai rawit. Mendengarnya saja sudah lumayan bikin bulu kuduk berdiri. Maka, bisa dipastikan, lima perempuan peserta lomba adalah warga yang tidak hanya nekat, tetapi juga sudah teruji kekuatan nyali dan lidahnya.

Baca juga: Kalvin Phillips Menuju Juventus, Kebersamaannya dengan City Berakhir?

Di antara peserta, terselip seorang remaja putri bernama Mila Nur Amaliyah, baru berusia 19 tahun ketika itu. Walau muda, gadis yang akrab disapa Yaya ini ternyata mampu menaklukkan empat peserta lain, dan sukses menjadi juara setelah menyantap setandas-tandasnya sepiring mie instan berbumbu satu kilogram cabai rawit.

Keberhasilan Yaya itu, jelas mengundang rasa ingin tahu, mengingat jumlah cabai rawit yang disantapnya terhitung tidak main-main. Apalagi, sang pemenang juga tak ragu kala kembali ditantang Indonesia Tren untuk mengulang kisah manis-pedasnya itu.

Ditemani Della Amelia, staf redaksi Indonesia Tren, Yaya khusus meminta tolong kepada Ibunya, Deuis Nurfadilah, untuk memasakan dua bungkus mie instan yang dibalur satu kilogram cabai rawit pedas pada Minggu, 17 Desember 2023 siang. 

Bahwa Yaya berkenan mengulang aksinya itu, tak lepas dari statusnya yang sejak 24 Oktober 2023, tercatat bekerja sebagai Sekretaris Redaksi Indonesia Tren.

Baca juga: Viral! Enggan Bayar Utang ke Penagih, Emak-Emak Ini Bilang Sebagai Istri Ketua Ormas

Dalam waktu dekat, media online ini hendak menghadirkan sebuah rubrikasi baru bernama 'Kaki Langit', yang sepenuhnya berisikan kisah-kisah unik dari sejumlah tokoh, tempat, dan peristiwa di Indonesia. Yaya, adalah tokoh yang pertama diliput Indonesia Tren dalam edisi perdana rubrik 'Kaki Langit'.

Fakta yang kemudian tersaji, sungguh tidak membuat kecewa. Di hadapan Della, Yaya tenang menyantap tuntas hidangan super pedas yang diracik ibunya itu. Sebelumnya, Della, selaku peliput, sekaligus sohib-nya Yaya, terbukti cuma sanggup melahap dua sendok saja.

"Wuah...," begitu ucap Della, saat dimintai kesaksian tentang pengalaman pertamanya itu. Di saat yang sama, Yaya justru hanya tersenyum-senyum saja.

Usut punya usut, sama seperti saat menjuarai lomba dua tahun lalu, ternyata ada 'resep' yang membuat Yaya jadi sekuat itu. Resep itu diungkapkan oleh Deuis.

Baca juga: Hindari Makanan dan Minuman Ini agar Tidak Tambah Sakit Gigi!

"Saya minta dia menempelkan satu batang cabe di pusarnya, dan satu buah cabe utuh di belakang telinganya," kata Deuis. Dari mana Deuis bisa punya resep manjur begitu, ibu tiga anak ini hanya menjawab singkat,

"Dari ibu saya," kata Deuis singkat.

Saat ini, Ikah, ibunda Deuis, masih hidup dan rutin beraktivitas seperti biasa. Menikah dengan Cecem, Ikah melahirkan keturunan yang semuanya gemar menyantap makanan pedas. Bukan tidak mungkin, kegemaran itu pula yang kemudian menginspirasi lahirnya 'resep' manjur, agar kuat melahap hidangan sepedas apa pun, semisal cabai rawit satu kilogram ala Yaya.

"Yang saya rasakan, cuma bibir yang panas. Yang lainnya biasa-biasa saja. Perut juga tidak perih seusai makan sepedas itu,” ungkap Yaya. Bahwa 'resep' itu sejatinya juga sudah dipakai Della, tetapi khasiatnya kurang.

Baca juga: Hindari Makanan dan Minuman Ini agar Tidak Tambah Sakit Gigi!

"Mungkin karena hari-hari saya sudah terbiasa menyantap makanan yang selalu pedas," ucap Yaya.

Ringkas kisah, melumat satu kilogram cabai dalam satu kesempatan, memang bukan sesuatu yang dianjurkan. Butuh pengalaman dan kebiasaan untuk menjalaninya.

Namun, bagi yang penasaran, tidak ada salahnya pula untuk mencoba. Disarankan juga untuk menonton dulu video liputan 'YAYA, PENYANTAP SATU KILOGRAM CABAI' di semua saluran media sosial Indonesia Tren.

Siapa tahu, seusai menontonnya, Anda justru terlahir menjadi penyantap cabai super kuat melebihi Yaya, sehingga layak dijadikan narasumber Rubrik Kaki Langit berikutnya. Risiko, tentu, wajib ditanggung sendiri.(*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja