Tiga Pucuk Foto dari Guangzhou: Bukti Sedemikian Dipercayanya Pakar TCM Asal Sukabumi Ini di Cina

Kamis, 2 Nov 2023 11:12
    Bagikan  
Tiga Pucuk Foto dari Guangzhou: Bukti Sedemikian Dipercayanya Pakar TCM Asal Sukabumi Ini di Cina
Istimewa

Para dokter melaporkan hasil terapi pada pasien perempuan sakit kanker lambung dan masih diinfus.

INDONESIATREN.COM - Foto adalah gambar yang berbicara. Lewat foto pula, yang berjumlah tiga pucuk dan dikirimkan ke Indonesiatren.com pada Rabu, 1 November 2023, malam dari Guangzhou, Cina, Prof. Mochammad Yusuf secara jelas memperlihatkan eksistensi dirinya di hadapan dokter-dokter Negeri Tirai Bambu itu.

Via pesan WhatsApp (WA) yang ditulisnya, pemilik Klinik Citra Insani di Sukabumi, Jawa Barat, itu mengungkapkan, bahwa foto-foto tersebut diambil di The Third Afiliated Hospital of Guangdong Provincial Pharmacetical University Guangzhou City, China.

“Rapat membahas pasien bersama para dokter,” tulis Yusuf, dalam pesan WA yang dikirimkannya itu.

Bersama keluarganya, sejak 26 Oktober 2023, Yusuf memang tengah berada di Cina. Di negara ini, pakar Traditional Chinese Medicine (TCM) berusia 81 tahun itu menjalin kerjasama dengan dr. Zhou, pemilik dan Direktur The Third Afiliated Hospital of Guangdong Provincial Pharmacetical University Guangzhou City, China.

Baca juga: Bukan Sulap Bukan Sihir: Tumor Sebesar Telur Ayam di Kepala Widya Susut di Tangan Prof Mochammad Yusuf

Jalinan kerjasama yang telah berlangsung lama itu, menjadi bukti lain: betapa sangat dihargainya Yusuf di kalangan dokter negara tersebut.

Prof Mochammad Yusuf, pakar TCM asal Sukabumi yang keilmuannya diakui di China.  Istimewa

Prof Mochammad Yusuf, pakar TCM asal Sukabumi yang keilmuannya diakui di Cina.(istimewa)

Sebagaimana dikisahkan Yusuf saat berada di Tanah Air, di negara yang pernah sangat tertutup itu, dirinya memiliki sejumlah asisten yang terdiri dari beragam spesialis kedokteran.

Berbeda dengan di Indonesia, para dokter itu hanya boleh bekerja di satu rumah sakit. Kondisi serupa juga dialami Yusuf.

Baca juga: Mochammad Yusuf, Dokter Indonesia Satu-Satunya yang Selalu Disambut Karpet Merah di Cina

Sebagai seorang profesor, ia pun hanya bisa mengamalkan kepakaran ilmunya dalam bidang TCM di satu rumah sakit saja. Dan pilihan Yusuf jatuh pada rumah sakit milik dr. Zhou tersebut.

Nah, bersama para asistennya itu pula, saat kini berada di Guangzhou, Yusuf kembali berkesempatan untuk memeriksa seorang perempuan, pasien penderita kanker lambung.

Prof Mochammad Yusuf saat berbincang dengan para dokter di Cina.(istimewa)

Di keterangan foto yang dikirimkannya, Yusuf menulis, “Para dokter melaporkan hasil terapi pada pasien sakit kanker lambung. Pasien wanita terpasang infus.”

Baca juga: Wajib Tahu! Kenali Perbedaan Sosiopat dan Narsisme, Gangguan Psikologi yang Sering Dianggap Sama

Di foto tersebut, terlihat pula sang pasien tengah duduk satu meja dengan Yusuf. Wajahnya yang terlihat kurus, dengan rambut terurai panjang, memperlihatkan dengan jelas derita sakit yang dialaminya.

Ada tiga dokter yang tampak menemani Yusuf, yang duduk di ujung meja. Mereka terlihat sangat serius berdiskusi, membahas sakit yang diderita perempuan itu. Demi menjaga privasi pasien dan etika kedokteran, Yusuf pun tidak menuliskan identitas dan asal-muasal pasien tersebut.

Dipastikan, pasien itu adalah satu dari sekian banyak penderita kanker dan tumor ganas yang mempercayakan kesembuhan sakitnya kepada Yusuf.

Sebelumnya, tangan dingin Yusuf telah terbukti berhasil menyembuhkan banyak sekali penderita kanker dan tumor ganas, yang mayoritas telah divonis tak lagi memiliki harapan hidup oleh dokter-dokter yang merawatnya di rumah sakit.

Penyembuhan atas pasien-pasien itu dilakukan secara herbal oleh Yusuf di Klinik Citra Insani miliknya di Sukabumi. Atau, bila sakit sang pasien butuh penanganan lebih lanjut di Cina, Yusuf pun tak segan-segan membantu pasien tersebut untuk berobat ke rumah sakit yang menjadi relasinya di negara itu.

“Jadi, Citra Insani itu klinik yang komplit. Kami bisa sembuhkan pasien, dan juga bantu pasien yang ingin melanjutkan pengobatannya ke Cina,” tegas Yusuf, di satu kesempatan perbincangan dengan Indonesiatren.com.

Rencananya, pada 7 November 2023 mendatang, Yusuf akan tiba kembali di Sukabumi. Kedatangannya telah ditunggu oleh sejumlah pasien di klinik miliknya, yang seperti pasien-pasien terdahulu, sungguh amat berharap bisa sembuh kembali berkat reramuan herbal racikan Yusuf. (tav)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 9-Jun-2026 18:49
Lowongan Kerja