Suami Tewas Kecelakaan, Istri dan 2 Anak Kini Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni di Sukabumi

Minggu, 19 May 2024 08:16
    Bagikan  
Suami Tewas Kecelakaan, Istri dan 2 Anak Kini Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni di Sukabumi
Istimewa

Kondisi rumah yang sudah tidak layak huni.

INDONESIATREN.COM - Kematian Hendi kini meninggalkan duka tak terperi bagi istri dan kedua anaknya. Hendi meninggal dalam usia 35 tahun, akibat kecelakaan lalulintas di depan Rumah Sakit Tiara Bunda, Jalan Suryakencana, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada hari Sabtu, 27 April 2024.

Sepeninggal Hendi, sang istri, Fitria, yang kini berusia 35 tahun, hidup bersama kedua anaknya, Putra Firmansyah dan Nurul Analisa, yang masing-masing berusia sembilan dan tujuh tahun.

Ibu dan dua anak itu tinggal di sebuah rumah tidak layak huni di Kampung Pangadegan, RT 19/RW 08, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

undefined

undefined

Baca juga: Jumlah Angka Kemiskinan di Kota Bandung Mencapai 330 KK, 87 Ribu Diantaranya Kategori Miskin Ekstrim

Kondisi rumah yang mereka tempati terlihat sangat mengkhawatirkan. Fitria menjelaskan, bahwa rumahnya itu adalah salah satu rumah yang umurnya paling tua di lingkungan tempat tinggalnya tersebut.

“Ada 3-6 rumah yang tidak layak (huni di wilayah ini). Tapi, rumah (yang saya tempati) ini yang paling tua sekali (umurnya). Tapi, kendalanya, (tanah dari) rumah yang ditempati ini adalah tanah desa. Kemarin, baru ada RT dan pihak desa semua (datang) di sini,” ujar Fitria, ketika ditemui Jumat, 17 Mei 2024.

Fitria mengungkapkan, bahwa kondisi rumahnya kini sudah miring, dan di beberapa bagian rumah bahkan sudah tidak ada lagi dinding biliknya.

Baca juga: Ditinggal Istri, Lelaki Warga Sukabumi Tinggal di Rumah Nyaris Roboh Bersama 2 Anaknya

“Inginnya semua dibongkar, karena sudah pada patah, termasuk kusen dan atap. Bilik bolong hingga ditambal menggunakan apa saja, biar nggak masuk angin,” kata Fitria.

Fitria mengaku, sejak dulu telah berusaha meminta bantuan untuk memperbaiki rumahnya. Namun, hingga kini belum ada rezeki untuk perbaikan rumahnya itu. Fitria hanya berharap, rumahnya bisa diperbaiki, agar anak-anaknya bisa tidur dengan nyaman.

“Kalau hujan, saya duduk di kursi, hingga anak-anak tidur di kursi. Terkadang pada duduk di dapur. Nanti, kalau sudah enggak hujan, baru masuk rumah,” tutur Fitria, yang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, kini mengandalkan bantuan keluarga yang berada di sekitar rumahnya.

“Belum bisa kerja. Saya seadanya aja, yang ada dimakan. Ada bibi dan saudara lainnya, saling bantu,” ucap Fitria.

Sebelumnya, Fitria sempat bekerja sebagai juru parkir di sebuah hotel di Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Namun, karena sering sakit, suaminya, Hendi, yang kini telah meninggal, melarangnya untuk terus bekerja di sana.

“Tapi, akhirnya, sampai sekarang berhenti menjadi juru parkir,” kata Fitria. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 9-Jun-2026 18:49
Lowongan Kerja