Radio Pemancar Flippies Psychedelic Bandung: Sebuah Kenangan Tahun 70-an

Senin, 8 Jul 2024 10:26
    Bagikan  
Radio Pemancar Flippies Psychedelic Bandung: Sebuah Kenangan Tahun 70-an

INDONESIATREN.COM - Bandung, sejak dulu, dikenal sebagai kota paling kreatif di Indonesia. Pada dasawarsa 70-an, perkembangan kreativitas anak muda Bandung tak bisa dilepaskan dari gaya hidup, mode, seni, dan musik. Dan, salah satu yang menunjang kreativitas itu adalah keberadaan stasiun radio.

Ketika itu, di Kota Bandung, bermunculan pemancar-pemancar radio amatir, yang merupakan cikal bakal radio siaran swasta. Sebut saja diantaranya: Radio Oz, Bonk Kenk, Blue Jean Racing, Mara 27, Mercy 73, Young Generation, Maestro, Elgangga, dan Sarinah.

Ada juga Blue Angel, No Name, Thunderbird, Cannabissativa, Falcon, Zigzag, Sableng, dan X-Cess. Selanjutnya, ada VOC, VBS, SMERSH, Syndicate of Love, dan Flippies Psychedelic.


Penyiar-penyiar Radio Flippies Psychedelic, Bandung

Radio Flippies Psychedelic

Ada sebuah cerita klasik tentang salah satu pemancar radio amatir, yang menjadi tonggak lahirnya  radio-radio siaran di Bandung, yakni Radio Flippies Psychedelic.

Radio ini dikenal dengan motonya: "Daya Pancarnya Menyebrang Lautan".

Nama radionya memang cukup eksentrik, bila disandingkan dengani deretan nama-nama radio amatir lainnya di Kota Bandung, saat itu. Sebuah nama yang sesuai  dengan kondisi dan jiwa muda para penggemar lagu-lagu dan musik pop, yang tengah digemari ketika itu.

Suara khas dari para penyiar muda radio itu pun selalu dinanti para pendengarnya.

Anda semua masih tetap bersama kami, Flippies Psychedelic Sound of Peace’, yang bekerja di udara melalui gelombang SW 62,7 meter, dan frekuensi 4830 Khz, dipancarkan langsung dari Jalan Kacapiring Nomor 5, Bandung. Bagi mereka yang mau minta lagu, harap sabar menunggu giliran,” demikian antara lain sapa hangat khas penyiarnya, yang selalu diperdengarkan dari radio itu.


Komunitas Radio NBS, Bandung, bukti radio punya banyak penggemar di Kota Kembang

Nama Flippies Psychedelic punya latar belakang sejarah yang mengesankan bagi crew radio ini. Awal diabadikannya nama itu bermula dari pemutaran lagu-lagu, yang ketika pertama kali mengudara, hampir semua lagu  yang diputar adalah lagu-lagu berirama Psychedelic. Sedangkan nama Flippies merupakan nama tambahan saja, atau adalah nama burung belibis.

Berkat penyajian dan pelayanan kepada pendengar yang begitu baik, akhirnya di tengah-tengah kemunculan pemancar-pemancar amatir di Kota Bandung, Flippies Psychedelic menjadi salah satu radio yang berhasil meraih banyak penggemar.

Koleksi lagu-lagu mereka cukup tersedia. Begitu pula koleksi lagu-lagu barunyatidak ketinggalan dari pemancar radio top lainnya.

Flippies Psychedelic berhasil menjadi salah satu radio hiburan non komersil pilihan warga Bandung ketika itu.

Berdasar laporan yang berdatangan ke studio radio ini saat itu, baik melalui surat maupun telepon interlokal, ternyata radius daya pancar radio ini tidak hanya ditangkap oleh masyarakat Kota Bandung saja, namun juga bisa diterima oleh para pendengar di kota-kota lain di Pulau Jawa. Bahkan, hingga ke seberang lautan, seperti Tanjung Karang dan Metro di Lampung, Makassar, dan kota-kota lainnya di luar Pulau Jawa.

Itulah kemudian yang membuat radio ini dikenal dengan motonya: "Daya Pancarnya Menyebrang Lautan".

Kala itu, para crew dan penyiar Flippies Psychedelic berjumlah 18 orang. Mereka terdiri dari crew inti, yaitu Chandra Dewi (Sandy) sebagai Penanggungjawab, Ventje (atau lebih dikenal dengan nama udaraValentino), sebagai Wakil Penanggungjawab, serta Indranata Kemal (Moran), David (Dave), Utjok (Joe), Sonny (Slyde), dan Robby sebagai teknisi.

Keberadaaan para crew inti itu, diperkuat oleh sosok-sosok seperti Frankie (Kiki), Gede, Humprey (Leonardo), Roy, Sujuth (Sagtris), Robert (Roberto), Ismail (Rerie), Sulfie (Pebles), Majane, Amir, Mike Fh (Chairun), dan Danty, yang dijuluki Si Little Lady Flippies.

Flippies Psychedelic mulai  mengudara sejak 19 Desember 1968. Siaran setiap hari dari pukul 05.00-11.00 WIB, dilanjut pukul 13.30-18.30 WIB, dan malam pada pukul 20.15-03.00 WIB.

Namun, bila permintaan pendengar terus berdatangan, semalam suntuk pun radio ini terus mengudara, terutama pada malam Minggu dan malam-malam liburan lainnya.

Demikian kisah Radio Flippies Psychedelic dan para penyiarnya. Dulu, bagi para pendengar yang mau menyampaikan laporan dan meminta diputarkan lagu, biasanya disampaikan ke nomor telepon yang masih empat digit, yakni: 7668atau melalui surat yang dialamatkan ke markas besarnya di Jalan Kacapiring Nomor 5, Bandung.

Dengan senang hati, para crew pasti membalas dan melayaninya dengan baik, hingga pendengar merasa puas.

Semoga, kisah nostalgik tentang sebuah radio siaran yang pernah mengudara pada era tahun 70-an ini, bisa menjadi catatan sejarah tersendiri bagi dunia hiburan di Kota Kembang, Bandung.

Bandung mah euweuh paeh-na euy....!!! Yang artinya: Bandung memang tidak pernah ada “mati”nya, sejak dulu hingga kini!!!

*) Kin Sanubary, Pendengar dan Pemerhati Radio

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 9-Jun-2026 18:49
Lowongan Kerja