Sepanjang Tahun Ini Ada 149 Kali Bencana di Kota Sukabumi, Oktober Paling Menonjol

Teritori
Selasa, 14 Nov 2023 14:00
    Bagikan  
Sepanjang Tahun Ini Ada 149 Kali Bencana di Kota Sukabumi, Oktober Paling Menonjol
BPBD Kota Sukabumi

BPBD Kota Sukabumi, menghimpun data kejadian bencana alam selama kurun waktu 1 Januari hingga Oktober 2023, ada 149 kejadian bencana.

INDONESIATREN.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, menghimpun data kejadian bencana alam selama kurun waktu 1 Januari hingga Oktober 2023.

Secara agregat, jumlah peristiwa yang terjadi di tujuh kecamatan mencapai 149 kasus. Kemudian nilai kerugian secara total ditaksir mencapai Rp 5.717.475.000, dengan luas area 14.2102 hektare, dan 105 keluarga terdampak, atau 120 orang jiwa.

Baca juga: Tanggul Jebol, Pesantren Assirojul Munir Sukabumi Langganan Kena Banjir

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taupik mengatakan, dari Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) yang dihimpun BPBD Kota Sukabumi, pada awal Triwulan IV mulai 01 Januari sampai dengan 31 Oktober 2023.

Secara agregat tercatat sebanyak 149 kali kejadian, yang tersebar di tujuh kecamatan. Dari data yang sama, bencana hanya mengakibatkan 1 orang mengalami luka berat, 8 orang luka ringan, 149 unit bangunan rusak, 14 unit rusak berat, 36 unit rusak sedang dan 110 unit rusak ringan.

“September merupakan frekuensi tertinggi yang dilaporkan masyarakat yakni sebanyak 37 kasus disusul bulan Maret dan Oktober 25 kasus, dan bulan Februari 16 kasus. Menyusul kemudian bulan Mei 11 kasus, bulan Juni 10 kasus, Juli 8 kasus, Agustus 6 kasus dan terendah bulan Januari 1 kasus,” kata Novian.

Lebih lanjut Novian menjelaskan, dampak bencana akibat cuaca ekstrem paling mendominasi 38 kali, disusul kebakaran permukiman dan kebakaran lahan masing-masing sebanyak 33 kali, tanah longsor 30 kali, kemudian disusul banjir 9 kali dan terendah angin topan atau puting beliung 6 kali.

Pada bagian lain dia menguraikan, agregat nilai kerugian terbesar berasal dari bencana Kebakaran Permukiman Rp2.371.100.000 prakiraan luas area terdampak 0,2024 hektare, disusul dengan tanah longsor Rp1.907.850.000 prakiraan luas area terdampak 0,2529 hektare. Kemudian cuaca ekstrem Rp755.650.000 prakiraan luas area terdampak 0,3064 hektare.

“Taksiran kerugian banjir Rp608.375.000 prakiraan luas terdampak 1,6524 hektare, angin topan/puting peliung Rp38.400.000 prakiraan luas area 0,99 hektare dan yang terendah berasal dari kebakaran lahan Rp36.100.000 prakiraan luas terdampak 11,7862 hektare,” imbuhnya.

Lanjut Novian, jika dilokalisir, wilayah tertinggi kejadian bencana ada di Kecamatan Cikole sebanyak 29 kali, yang berasal dari Kelurahan Cisarua 15 kasus, Kecamatan Lembursitu 26 kasus,  Kelurahan Cikundul 7 kali. Kecamatan Warudoyong 25 kasus, Kelurahan Benteng 8 kali. Lalu Kecamatan Gunung Puyuh 22 kasus yang berasal dari Kelurahan Karangtengah 9 kali.

“Disusul kemudian, Kecamatan Citamiang 21 kali yang berasal dari Kelurahan Gedong Panjang dan Citamiang 6 kasus. Kecamatan Baros 19 kasus berasal dari Kelurahan Jayamekar dan Sudajaya Hilir 6 kali. Terendah di Kecamatan Cibeureum 7 kasus berasal dari Kelurahan Babakan 3 kali."

"Sementara, khusus bulan Oktober, tercatat 25 kasus kejadian. Cuaca Ekstrem menjadi bencana yang mendominasi 11 kali, disusul kejadian kebakaran lahan 7 kali dan kebakaran permukiman 6 kali kejadian,” tukasnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 9-Jun-2026 18:49
Lowongan Kerja