Pemerintah Berencana Bangun Stasiun KCJB di Kopo, Pengamat Transportasi: Grasah-Grusuh!

Teritori
Kamis, 7 Dec 2023 20:38
    Bagikan  
Pemerintah Berencana Bangun Stasiun KCJB di Kopo, Pengamat Transportasi: Grasah-Grusuh!
YouTube

Kereta Cepat atau Whoosh.

INDONESIATREN.COM - Rencana pemerintah untuk membangun stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh di kawasan Kopo, Kota Bandung dinilai tidak tepat.

Walaupun tujuannya untuk mendekatkan penumpang ke pusat Kota Bandung, tetapi KCJB telah memiliki ada dua stasiun yang berada di Padalarang dan Tegalluar.

"Saya kira itu sesuatu pemikiran yang grasah-grusuh, enggak jelas," kata Pengamat Transportasi Publik ITB, Sony Sulaksono melalui sambungan telepon pada Kamis, 7 Desember 2023.

Menurutnya, KCJB ini merupakan suatu investasi yang nilainya sangat tinggi. Sehingga, ketika ada rencana pembangunan stasiun baru, harus direncanakan dengan baik dan tidak dadakan.

Baca juga: DPRD Jabar Angkat Bicara Soal Rencana Pembangunan Stasiun Kereta Cepat di Kopo Bandung

"KCJB ini kan sesuatu investasi yang tinggi nilainya. Jadi harusnya direncanakan dengan baik, tidak dadakan seperti itu," tuturnya.

Sementara terkait kawasan Kopo yang dipilih menjadi rencana pembangunan stasiun, Sony menilai akan ada kekompleksan.

Mengingat, di kawasan Kopo terdapat jalan tol yang melintas, perumahan, pergudangan, belum lagi Jalan Cibaduyut yang sering macet.

"Jadi dari sisi tata guna lahan segala macam, itu kompleks. Tapi apapun itu, enggak bisa sembarangan menetapkan itu," ujarnya.

Baca juga: Ada-Ada Saja, Konten Kreator Ini Hitung Korek Kuping hingga Ratusan Pcs Hanya untuk Memastikan Jumlahnya

Lebih lanjut, Sony menjelaskan, pembangunan stasiun KCJB di Kopo akan berdampak pada lingkungan, kemacetan, proses pembangunan hingga Stasiun Padalarang yang bisa menjadi korban. Jika tidak menjadi korban, pengoperasian Stasiun Padalarang dan Kopo juga tidak akan efektif.

"Berarti nanti kan yang Padalarang akan dimatikan. Udah dibangun mahal-mahal, tiba-tiba dengan mudahnya dipindahkan seperti itu. Atau mau dibuat jadi dua, Padalarang ada, Kopo ada, itu malah tidak efektif lagi," katanya.

Dia menambahkan, jika pemerintah benar merealisasikan pembangunan tersebut, KCJB tidak lagi bisa disebut kereta cepat karena terlalu banyak stasiun. Bahkan, saat ini kecepatan KCJB juga tidak konsisten 350 km per jam, rata-rata hanya 340 km per jam.

"Keretanya makin tidak cepat karena terlalu banyak stasiun. Sekarang itu rata-rata hanya 340 km per jam, kalau pun tercapai 350 km per jam, itu paling tidak sampai 1 menit (durasi kecepatannya)," ucapnya.

Baca juga: Kepala BNPB Tinjau Lokasi Bencana Pergerakan Tanah di Cireunghas Sukabumi, Tawarkan Relokasi

Sebagai informasi, rencana pembangunan stasiun KCJB di kawasan Kopo ini mengemuka dalam diskusi bersama yang dilakukan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dengan PT KCIC, serta perwakilan dari Kementerian Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi, dan Kementerian Perhubungan pada Kamis 30 November 2023.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko mengatakan, Kereta Cepat harus benar-benar berhenti di Kota Bandung. Namun, rencana itu harus dikaji lebih mendalam oleh PT KCIC.

"Kereta cepat Jakarta-Bandung ya harusnya berhenti benar-benar di Bandung. Pentingkan untuk kenyamanan penumpang, agar tidak berhenti hanya di stasiun Padalarang serta Tegalluar," kata Moeldoko.(*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa
Kunker ke Kejari Kota Bogor, Kejari Kabupaten Bogor, dan Kejari Depok, Kajati Jabar Minta Seluruh Jajaran Meningkatkan Sinergi dengan Stakeholder di Daerah

Lowongan Kerja

Nusantara Jumat, 26-Jun-2026 20:59
Lowongan Kerja
Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja