INDONESIATREN.COM - Ratusan anggota sanggar dan komunitas linedance pada Selasa, 23 Juni 2026, berkumpul di Revo Mall, Jalan Achmad Yani, Pekayon Jaya, Kota Bekasi, guna mengikuti “The Friendship Linedance Gathering”, yang digelar Jun & Friends. Acara ini dihelat dalam rangka merayakan ulang tahun Jun Andrizal, atau akrab disapa Jun Rizal, instruktur linedance terkenal asal Bandung. “Sekarang, ada acara ‘Line Dance Gathering’ bersama Mas Jun Rizal. Kebetulan, Beliau itu ulang tahun. Jadi, sekalian merayakan ulang tahun Beliau,” kata peserta bernama Dewi Latif.
Linedance adalah olahraga dansa yang memadukan koreografi langkah berulang dengan ketukan musik. Pesertanya menari dalam formasi barisan, dengan menghadap ke arah yang sama, dan melakukan gerakan berulang secara serentak tanpa kontak fisik. Saat ini, sebagai cabang olahraga, linedance telah ada organisasinya, yakni Universal Line Dance (ULD). Di Indonesia, ULD berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), serta menjadi wadah kebugaran yang populer untuk menjaga kesehatan fisik dan mencegah kepikunan.
Baca juga: Jumat Berkah Jelang Hari Bhayangkara ke-78, Polres Sukabumi Gelar Jalan Santai dan Senam Bersama
“Linedance ini sudah termasuk olahraga. Cabang olahraga yang sudah masuk KORMI. Jadi, kita itu ada kepengurusannya di pusat. Kita kebetulan ada di Bekasi Selatan. Pusatnya di Jakarta. Ada di seluruh Indonesia. Namanya, Universal Line Dance (ULD),” ujar Dewi.
Acara ini dihelat dalam rangka merayakan ulang tahun instruktur Jun Rizal
Dewi berlatih linedance sejak tahun 2000. Jadwal latihan Dewi adalah setiap Selasa, selama dua jam, di Revo Mall, bersama instruktur Jun Rizal. “Kalau saya dari tahun 2000. Tahun 2000-an sampai sekarang. Selain untuk olahraga, juga melatih daya ingat, keseimbangan. Untuk kita yang lansia (lanjut usia), yang 60 tahun ke atas, itu sangat-sangat berguna, yaitu untuk melatih daya ingat,” urai Dewi.
Baca juga: Wajah Halus Mulus Berkat Resep Terapis: Masker dan Scrub Kopi Jeruk Nipis
“Di Revo ini, setiap hari Selasa, rutin, dengan instruktur Pak Jun Rizal. Ada juga lain-lain instruktur, selain Beliau juga ada. Senin juga ada. Tapi, instrukturnya beda. Terbuka untuk umum. Terbuka sekali. Berbayar. Setiap kehadiran biasanya 20 sampai 50 ribu, tergantung instrukturnya,” tutur Dewi.
“Biasanya, kalau latihan itu dua jam. Kalau dari jam 1, berarti sampai jam 3. Kalau dari jam 2, berarti selesainya jam 4. Kalau dari jam 4, berarti selesainya jam 6. Kalau ini kebetulan event, jadi agak lama. Biasanya, sih, dua jam,” ungkap Dewi.
Sanggar dan komunitas linedance kini bernaung dalam organisasi ULD
Baca juga: Resep Mangle Tahun 1965: Olah Biji Durian Jadi Kerupuk
Bersama Dewi, hadir pula peserta bernama Bunda Niar, selaku salah seorang pengurus organisasi yang menaungi sanggar dan komunitas linedance di Bekasi. Ada 16 sanggar yang tergabung dalam organisasi itu. “Saya di bidang organisasi. Linedance Kota Bekasi itu adalah induk dari sanggar-sanggar linedance yang ada di Kota Bekasi. Kita, Linedance Kota Bekasi, itu (ada) di (bawah naungan) KORMI,” kata Bunda Niar.
“Sanggar-sanggar yang ada di Kota Bekasi, yang terdaftar 16 sanggar di Bekasi. Untuk berikutnya, kami menginduk kembali dalam binaan, bukan menginduk, dalam binaan ULD Kota Bekasi,” ucap Bunda Niar.
Baca juga: Mangga Dicobi Resep ti Mangle: Goreng Sangu Di-ontjoman
Salah seorang penggiat sanggar yang hadir di Revo Mall adalah Ibu Yati, dari Sanggar Sendana, Jalan Pakis, Pondok Pekayon Indah, Kota Bekasi. Berusia 65 tahun, perempuan lansia ini telah menekuni linedance sekitar 25 tahun lamanya. Pengalaman panjang itu membuat Ibu Yati dipercaya menjadi instruktur linedance di Sanggar Sendana.
“Saya menekunin linedance sudah sekitar 25 tahun. Saya sudah 65. Jadi sekitar umur 40 tahunan. Kenapa sih saya menekunin ini? Olahraga ini olahraga yang fun, happy. Lalu, olahraga ini banyak manfaatnya. Salah satunya untuk menyembuhkan osteoarthritis,” ujar Ibu Yati.
“Yang utama adalah mencegah alzheimer. Nah, itu, banyak sekali manfaatnya dari olahraga linedance ini. Dan linedance ini, kita kan melakukannya beramai-ramai dengan teman-teman. Jadi, pastilah ada happiness, karena ketemu banyak teman, banyak saudara,” kata Ibu Yati.
Linedance bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai keluhan kesehatan
Di Sanggar Sendana, tempat Ibu Yati menjadi instruktur, kini ada 60 member atau anggota yang rutin berlatih linedance. “Berbayar dong. Kita cari ilmunya kan juga berbayar. Member sangat murah di tempat saya. Rp 150.000, empat kali datang. Banyak sekali, sudah hampir 60 (member) ya. Tapi, rata-rata, member saya lansia. Karena, saya sendiri senang dengan mengajar ibu-ibu lansia,” urai Ibu Yati.
“Jadi, mereka itu punya kegiatan yang positif. Bisa terus bergerak, terus bisa berolahraga, bersosialisasi. Jadi, di masa pensiun mereka, di masa tua mereka, mereka masih punya kegiatan yang positif dan banyak teman. Dan, yang pasti, happy dan gembira,” tutur Ibu Yati.
Di antara penggiat linedance, ada yang sudah pensiun dan lansia
Ain Merin dari Sanggar MVC juga mengakui manfaat linedance bagi kesehatan. “Kadang-kadang orang bilang, mama-mama very cute,” ucap Ain, yang telah menekuni linedance sejak 2011. Sama seperti Ibu Yati, Ain juga menjadi instruktur di sanggarnya. “Kita ada setiap hari latihannya, kelasnya. Senin sampai Sabtu. Senin itu jam 8 dan jam 10. Dan ada kelas-kelas private lainnya. Lalu, hari Selasa, tergantung hari sih,” ujar Ain.
Baca juga: Didampingi Kajati Jabar, JAM-Intel Berikan Kuliah Umum bagi Praja IPDN di Kampus Jatinangor Sumedang
“Ada jadwal. Tapi, setiap hari ada jam 8 dan jam 10 rata-rata. Anggota kita sekitar 60-an. Kita (bayarnya) bukan per bulan, (tapi) per datang. Per datang tergantung kelas. Kalau yang private, 100 ribu. Kalau yang kelas intermediate dan improver, itu 50 ribu. Kalau yang kelas di bawahnya, beginner ke bawah, itu per datang. Per datang juga 50 ribu juga,” kata Ain.
“Cuma, kalau makin lama hadir, kita ada potongan-potongan, supaya rajin. Saya instruktur juga. Itu tadi Susanti, juga instruktur. Jadi, kami punya empat instruktur. Saya, Ain Merin, Susanti, sama Christine. Dan satu lagi Joyce. Ada empat mentor. Kita sebutnya mentor,” ujar Ain.
“Selain di sanggar, kita punya kelas meeting. Dua kali setahun. Itu kadang-kadang ada workshop. Kita bikin workshop music and linedance. Kita juga sering diundang perform. Sering ke Bogor, ke Bandung. Macam-macam. Di Bogor kemarin, bulan lalu, May Linedance. Nanti, bulan depan, di acaranya Indie Liners. Namanya Kania Rusli,” urai Ain, yang pernah meraih juara lomba di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan, Jakarta. “Ada. Saya lupa nama lombanya. Di Bulungan. Di GOR Bulungan,” ucap Ain.
Di sanggarnya, anggota datang dari berbagai usia dan profesi. “Beragam sekali. Di kita, ada yang umur 30-an sampai 70-an. Aman, karena tergantung umurnya, nanti dicarikan koreo yang cocok. Jadi, kalau yang muda-muda, yang hip-hop. Tapi kalau yang tua-tua, yang baru belajar setelah tua, itu kita kasih koreo yang rumba. Rumba itu genre koreo. Genre tari. Di sini, kita diundang ke ulang tahunnya Mas Jun. Beliau itu instruktur yang cukup ternama,” tutur Ain.
Kegiatan linedance berlangsung di banyak kota di Indonesia
Sama seperti Ain, instruktur bernama Cheryl juga memiliki jadwal keseharian yang relatif padat berkat linedance. Memiliki sanggar bernama Yo Studio di Rawalumbu, Bekasi, Cheryl rutin melatih linedance setiap hari di sejumlah pusat perbelanjaan di Bekasi. “Saya tinggal di Bekasi. Sanggar Yo Studio di Bekasi. Cuma, kita selalu dari mall ke mall. Di Pakuwon setiap Jumat. BTC setiap Rabu. Senin di Summarecon, di Decathlon. Yang mau ikut bayar, tapi murah, 20 ribu per datang,” ujar Cheryl.
Cheryl sudah menggeluti linedance sekitar 10 tahun lamanya. Selama itu pula, banyak tempat telah ia singgahi. “Lama, udah 10 tahun aku. Cuma perform-perform aja. Tapi, kalau yang senior kan, dia sampai ke luar negeri, gitu kan. Ke mancanegara,” ucap Cheryl.
Panitia dan peserta “The Friendship Linedance Gathering” di Revo Mall
Banyaknya peserta yang hadir dalam “The Friendship Linedance Gathering” di Revo Mall, membuat pihak penyelenggara puas. Liliko, salah seorang panitia, mengatakan, tujuan utama dari acara ini adalah untuk mempererat silaturami di antara penggiat linedance. “Saya adalah salah satu panitia dari ‘Gathering Jun & Friends’, yang diadakan pada tanggal 23 Juni 2026 di Revo Mall. Acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi kita dengan sesama pedansa-pedansa,” tutur Liliko.
“Di mana, di sini, selain kita juga mencari sehat, senang, dan bahagia. Teman-teman itu penting banget buat kita. Di sini, ada hadir dari beberapa komunitas, seperti komunitas dari ULD Bekasi. Beberapa komunitas di sini, yang di Bekasi, itu semuanya hadir. Terima kasih,” ungkap Liliko. (*)