Profil Feri Amsari, Salah Satu Tokoh di Film Dokumenter Dirty Vote

Selasa, 20 Feb 2024 07:00
    Bagikan  
Profil Feri Amsari, Salah Satu Tokoh di Film Dokumenter Dirty Vote
Youtube

profil Feri Amsari, satu dari tiga tokoh di film dokumenter Dirty Vote.

INDONESIATREN.COM - Film dokumenter Dirty Vote menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet yang telah dirilis sejak 24 jam setelah penayangannya. Bahkan kini penontonnya sudah tembus 9,2 juta.

Dirilis pada 11 Februari 2024 lalu, film ini mengungkap instrumen kekuasaan yang digunakan dalam pemilu kali ini.

Dalam film tersebut, terdapat tiga ahli hukum tata negara yang dihadirkan memberikan perspektif dan analisis mendalam.

Mereka adalah Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari. Ketiganya membawa pemirsa dalam perjalanan menyelidiki berbagai kejanggalan dan taktik yang terlibat dalam proses pemilu 2024, terutama dalam konteks pilpres.

Baca juga: Timnas AMIN Ajak Masyarakat Kawal TPS untuk Mencegah Terjadinya Kecurangan

Khususnya, Feri Amsari yang merupakan satu diantara tiga pakar hukum tata negara tersebut di film Dirty Vote. Dengan durasi hampir dua jam, Feri Amsari mengupas setiap aspek proses pemilu dengan detail.

Mulai dari awal hingga perkembangan terkini, ia secara cermat menganalisis dan mengungkap kecurangan yang terjadi.

Film Dirty Vote telah ditonton lebih dari 9 juta penonton sejak perilisannya. Angka tersebut menunjukkan minat yang tinggi dari masyarakat dalam memahami dan mengkritisi proses politik yang sedang berlangsung.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai profil Feri Amsari simak artikel dibawah ini hingga pungkas.

Feri Amsari bukanlah nama baru dalam dunia hukum dan pemerintahan Indonesia. Ia sering diundang untuk memberikan wawasan hukum dalam berbagai acara televisi dan kegiatan yang serupa.

Baca juga: Ganjar Pranowo Ajak Pendukungnya Awasi Dugaan Pelanggaran dan Kecurangan Pemilu

Feri Amsari menempuh pendidikan S1 dan S2 di bidang Ilmu Hukum di Universitas Andalas, Serta Magister Perbandingan Hukum Amerika dan Asia di William and Mary Law School, Virginia.

Selama kuliah, ia aktif sebagai aktivitas dan menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa serta Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa.

Prestasi akademiknya juga tidak diragukan. Feri pernah meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Tingkat Universitas Andalas.

Sebagai pengajar di Universitas Andalas, ia juga aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Konstitusi ( PUSaKO) Fakultas Hukum. Bahkan ia pernah menjabat sebagai Direktur PUSaKO dari tahun 2017 hingga 2023.

Selain sebagai akademisi, Feri juga berkontribusi dalam dunia jurnalisme hukum. Tulisannya sering muncul di berbagai media cetak ternama seperti Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Padang Ekspress, Singgalang, Haluan, dan lain-lain.

Baca juga: Prabowo-Gibran Pemenang Pemilu 2024 Versi Quick Count, Simak Syarat Pilpres Satu Putaran

Sebagai seorang pakar hukum tata negara, Feri Amsari juga tergabung dalam firma hukum bernama Themis Indonesia.

Bersama sejumlah pakar hukum lainnya seperti Usman Hamid, Nanang Farid Syam, dan Fadli Ramdhani.

Film dokumenter Dirty Vote bukan hanya sebuah karya yang menghibur, tetapi juga memberikan pandangan kritis terhadap proses politik yang sedang berlangsung.

Dengan keterlibatan tiga pakar hukum tata negara, termasuk Feri Amsari, film ini memberikan wawasan yang mendalam dan mendorong masyarakat untuk lebih memahami dinamika politik di negara ini.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer pada Kejati Jabar, Kajati: “Laksanakan Tugas secara Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan”

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 23-Jun-2026 18:45
Lowongan Kerja
Labbai Dulu Jual Sembako dan Punya Tanah 27 Hektar, Ahli Warisnya Kini Menanti Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup di PN Makassar
Lomba Mancing Mania Polres Metro Bekasi Kota Sambut HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Briptu Pol. Andi Setiawan Raih Juara I
Mohon Keadilan dalam Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Berikut Isi Surat Ahli Waris Labbai ke MA RI
Kunker ke Kejari Kabupaten Bandung, Kajati Jabar: “Kejaksaan Harus Memberikan Dampak Positif di Setiap Kabupaten dan Kota”
Jelang Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Surati MA RI: “Lokasi Bukan Tanah Adat, BPN Kota Makassar Menerbitkan 5 SHM di Tanah Redis“
Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 9-Jun-2026 18:49
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 8-Jun-2026 21:28
Lowongan Kerja
Tanah Diduduki dan Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kita Santai Saja, Tunggu Putusan Pengadilan Negeri Makassar”
Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar karena Timbun dan Bersih-Bersih Tanah Milik Sendiri, Jubir Ahli Waris Labbai: “Salah Alamat”
Tumbuhkan Asa pada Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus Indonesia 2026 di Hall Dewan Pers Jakarta

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”