Pendaki Tersesat di Gunung Pangrango Ternyata Rombongan Peziarah, Polisi: Memburu Mustika

Teritori
Senin, 29 Jan 2024 17:59
    Bagikan  
Pendaki Tersesat di Gunung Pangrango Ternyata Rombongan Peziarah, Polisi: Memburu Mustika
Istimewa

Tim SAR gabungan menemukan 13 pendaki yang tersesat di Gunung Pangrango, Senin, 29 Januari 2024. Mereka ditemukan di Blok Pasir Pogor, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

INDONESIATREN.COM - Penyebab pendaki yang tersesat usai nekat menerobos pendakian Gunung Pangrango, terungkap. Mereka merupakan jemaah Majelis Buni Kasih, yang tengah memburu Mustika di Curug Jambe.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Ciawi Kompol Agus Hidayat. Usai para pendaki berhasil ditemukan dan dievakuasi, terungkaplah alasan mereka mendaki pada Sabtu, 27 Januari 2024 sekitar pukul 16.00 WIB.

"Mereka jemaah Majelis Buni Kasih pimpinan Mama Indra dengan tujuan memburu Mustika di Curug Jambe. Mereka mendaki melewati Cibedug," kata Agus Hidayat, Senin, 29 Januari 2024.

Baca juga: Sempat Terpisah, 13 Pendaki Tersesat di Gunung Pangrango Ditemukan Selamat

Tim SAR gabungan menemukan mereka di Blok Pogor, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, pada Senin, 29 Januari 2024 sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan selamat. Usai dilakukan pendataan mereka berjumlah 16 orang.

"Mereka mau berziarah. Awalnya laporan masuk dari salah satu anak pendaki, bahwa ayahnya itu tersesat di Gunung Pangrango," kata Agus Hidayat.

Saat ini para Pendaki sudah dalam penanganan team medis dan akan di pulangkan ke rumah sesuai alamat masing-masing dan semua dalam keadaan baik.

Diberitakan sebelumnya, Tim SAR gabungan menemukan 13 pendaki yang tersesat di Gunung Pangrango, Senin, 29 Januari 2024. Mereka ditemukan di Blok Pasir Pogor, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Baca juga: Catat Tanggalnya! Pendakian ke Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara

Saat ditemukan, para pendaki tersebut dalam keadaan selamat meski terdapat dua orang terkilir dan lainnya mengalami kelelahan. Usai ditemukan, mereka dievakuasi ke Kantor Resort Tapos oleh tim SAR.

Adapun nama pendaki atau jemaah yang dievakuasi sebagai berikut:

  1. Ateng Muhdi/Mumuh 56 Tahun Alamat RT 01 RW 03 Desa Cibedug Kecamatan Ciawi.
  2. H. Farid 50 Tahun Alamat RT 02 RW 03 Desa Citapen Kecamatan Ciawi.
  3. Ade Bagja 47 Tahun Alamat Kp. Menteng RT 02 RW 03 Desa Citapen Kecamatan Ciawi.
  4. Dedi Saepulloh 45 Tahun Alamat Kp. Loji RT 05 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi.
  5. Yanwar 41 Tahun Alamat RT 03 RW 03 Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin.
  6. Riza Maha Putra 12 Tahun Alamat RT 03 RW 03 Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin.
  7. Syahroni 46 Tahun Alamat RT 04 RW 01 Desa Citapen Kecamatan Ciawi.
  8. Helmi 39 Tahun Alamat Pusdik Megamendung Kecamatan Megamendung.
  9. Farhan 23 Tahun Kp. Loji RT 05 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi.
  10. Syarifudin 47 Tahun Kp. Loji RT 10 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi.
  11. Iyan Mulyana 43 Tahun Kp. Loji RT 04 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi.
  12. Asep 40 Tahun Kp. Loji RT 06 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi.
  13. Andi Rahman 21 Tahun Kp. Loji RT 06 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi.
  14. Dedi Supriadi 48 Tahun Kp. Loji RT 10 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi.
  15. Indra 40 Tahun Desa Seuseupan Kecamatan Ciawi.
  16. Akbar 7 Tahun Desa Citapen Kecamatan Ciawi.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda 4 Kali oleh PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “Tanggal 28 Kita Buat Orasi di Sana, Suruh Ketua Pengadilan Panggil Hakim Bacakan Putusan”
Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda 4 Kali, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kami Berharap Ketua Pengadilan Negeri Makassar Bisa Mengawal Hakim yang Menangani Perkara”
Tindak Tegas PETI di Gorontalo Utara, Petugas Ditreskrimsus Polda Gorontalo Pasang Police Line di Lubang Tambang dan Tromol Pengolahan Hasil Tambang
Dikirim Bantuan 15.000 Liter Air Bersih Setelah 2 Bulan Dilanda Kekeringan Parah, Warga Kampung Babakan Sari Sukabumi Berucap Alhamdulillah: “Terima Kasih PMI dan BPBD”
Gandeng PT CMNP, Kadister Koarmada TNI AL Tinjau Lokasi Perencanaan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampangtengah-Gunungguruh Kabupaten Sukabumi
Tutup MPLS dengan Aksi Peduli Lingkungan, SMAN 1 Cibadak Sukabumi Tanam 500 Bibit Pohon dan Cat Jembatan Bersama Lintas Sekolah, Forkopimcam, Tokoh Masyarakat, KNPI, serta Karang Taruna
Berkat Komsos Persuasif dan Humanis, Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan secara Sukarela dari Tokoh Adat Desa Bekuan Kalbar
Peduli Generasi Muda Perbatasan, Personel Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Jadi Gadik Materi Wasbang dan Pramuka bagi Pelajar SMPN 1 Ketungau Hulu Sintang Kalbar
Wujudkan Toleransi Antar-Umat Beragama, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Gereja di Desa Riam Sejawak Kalbar
Sidang Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda Hingga 3 Kali di PN Makassar, Politisi Haris Baginda: “Hakul Yakin, Ahli Waris Pasti akan Menang”
Peduli Kesehatan Warga Perbatasan, Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Pengobatan Gratis dari Rumah ke Rumah Warga Desa Badau Kapuas Hulu Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 15-Jul-2026 18:51
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 14-Jul-2026 18:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 12-Jul-2026 21:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 11-Jul-2026 20:31
Lowongan Kerja
Menerima Sertifikat IP PMR Pangan Olahan, Pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Pasuruan Jatim Dikunjungi Kepala BPOM RI
Rayakan HUT Ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Olahraga Bersama dan Syukuran di Pos Kotis Badau Kapuas Hulu Kalbar
HUT Ke-64, Satgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gandeng Puskesmas Badau Gelar Baksos Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis bagi Warga Desa Pulau Majang Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 7-Jul-2026 23:42
Lowongan Kerja
7 dan 5 Hari Jelang Sidang Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Kembali Rekam Video: “Jangan Terkesan PT Bumi Karsa Orang Besar, Bisa Semena-mena Mengambil Haknya Keluarga Ahli Waris Labbai”